Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kucing Positif Rabies Gigit 11 Warga di Belu NTT

Kucing Positif Rabies Gigit 11 Warga di Belu NTT
ilustrasi gigi kucing (freepik.com/wiredstock.com)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sebanyak 11 warga di Kelurahan Manumutin, Belu, digigit kucing peliharaan yang dinyatakan positif rabies setelah diperiksa oleh Dinas Peternakan dan Perikanan setempat.
  • Petugas langsung melakukan vaksinasi terhadap 124 hewan penular rabies di sekitar lokasi kejadian, terdiri dari 77 ekor kucing dan sisanya anjing.
  • Pemerintah daerah mengimbau warga untuk melapor serta mengandangkan hewan peliharaan agar memudahkan vaksinasi dan mencegah penyebaran rabies lebih lanjut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yoos Sudarso Dami membenarkan adanya kasus gigitan kucing terhadap 11 warga di kabupaten tersebut. Kasus ini terjadi di Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Belu pada Minggu malam (15/3/2026).

Korban gigitannya tersebar di RT 12 RW 03 dan RT 013 Kelurahan Manumutin. Sementara kucing tersebut sudah diperiksa dengan tes cepat dan hasilnya positif rabies.

1. Positif rabies hasil rapid test

ilustrasi kucing rabies (pexels.com/Serena Koi)
ilustrasi kucing rabies (pexels.com/Serena Koi)

Ia menyebut kucing yang menggigit warga ini bukan kucing liar tetapi merupakan peliharaan. Kucing tersebut kemungkinan digigit oleh hewan lainnya yang membawa virus rabies.

"Ada pemiliknya namun tiba-tiba saja karena mungkin sudah terkena dampak dari gigitan hewan lain maka agresif dan menggigit orang. Itu tanda-tanda rabies," tukas dia.

Petugas dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian perkara. Petugas turun bersama masyarakat, camat, lurah, dan pihak BPBD Belu. Kucing tersebut kemudian diamankan dan dilakukan pemeriksaan di laboratorium kesehatan hewan milik Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Belu.

"Hasil pemeriksaan rapid test cepat didapatkan bahwasanya kucingnya terkena virus rabies. Positif rabies," tukasnya.

Sementara para korban mendapat penanganan medis di bawah kewenangan Dinas Kesehatan Belu. Para korban juga sudah mendapat vaksinasi di puskesmas terdekat pada hari yang sama setelah tergigit.

"11 orang korban sudah tertangani semua," ujarnya.

2. Vaksinasi hewan digencarkan

IMG-20250924-WA0007.jpg
Ilustrasi vaksin rabies (Dok Humas Tabanan)

Terhitung pada Senin ini (16/3/2026), lanjut dia, pihaknya sudah melakukan vaksinasi terhadap hewan penular rabies (HPR) sesuai penelusuran jejak di sekitar lokasi kejadian.

"Baik itu kucing maupun anjing di lokasi tersebut dan hari ini petugas kami dalam bentuk pokja 30 orang melakukan penyisiran dan mendapatkan 124 hewan penular rabies. Kucingnya ada 77 ekor yang divaksin, sisanya anjing," tukasnya lagi.

Proses penyisiran khusus ini akan dilanjutkan pada Selasa (17/3/2026) apabila tidak terkendala lagi akibat cuaca buruk. Penyisiran ini akan dilaksanakan juga pada wilayah yang berbatasan dengan kelurahan Manumutin.

3. Imbau warga melapor dan kandangkan hewan

ilustrasi vaksin hewan peliharaan
ilustrasi vaksin hewan peliharaan (pexels.com/freestocks.org)

Selama ini, jelas Yoos, memang tidak ada kasus gigitan HPR langsung terhadap warga di wilayah tersebut dan ini merupakan kasus pertama kalinya. Selanjutnya, kegiatan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) akan digencarkan lagi.

Ia sendiri mengimbau warga di Kabupaten Belu terkhususnya di kelurahan ini untuk yang memiliki anjing, kucing, dan kera agar segera melapor sehingga bisa mendapatkan vaksinasi rabies oleh petugas. Imbauan ini telah disampaikan langsung dan juga melalui lurah hingga RT setempat.

"Masyarakat juga diminta untuk mengikat anjingnya atau termasuk mengkandangkan kucingnya. Ini untuk mencegah penularan dan memudahkan kita untuk memvaksinasi," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More