Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Taman Nasional Mutis Timau di NTT Ditutup karena Cuaca Buruk

Taman Nasional Mutis Timau di NTT Ditutup karena Cuaca Buruk
Petugas BBKSDA NTT memantau kondisi Gunung Mutis Timau. (Dok BBKSDA NTT)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BBKSDA NTT menutup sementara kunjungan wisata di Taman Nasional Mutis Timau mulai 10 Maret hingga 5 April 2026 karena cuaca buruk yang berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
  • Penutupan ini bukan yang pertama, sebelumnya kawasan Mutis Timau juga ditutup pada akhir Februari hingga awal Maret 2026 untuk pemulihan lingkungan dan pengendalian jumlah pengunjung.
  • Sebelum penutupan, sempat terjadi kasus pendaki mengalami hipotermia sehingga pihak BBKSDA mengimbau wisatawan agar mematuhi aturan dan selalu mengutamakan keselamatan selama beraktivitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menutup sementara seluruh kegiatan kunjungan wisata di kawasan Taman Nasional Mutis Timau.

Kebijakan tersebut diumumkan melalui pengumuman bernomor PG.2/K.5/BIDTEK/KSA.04.01/B/03/2026 oleh BBKSDA NTT dan berlaku selama 10 Maret - 5 April 2026. Kepala Balai Besar KSDA NTT, Adhi Nurul Hadi, menjelaskan penutupan dilakukan setelah mempertimbangkan kondisi cuaca buruk di wilayah NTT.

1. Cuaca jadi ancaman aktivitas wisata

hujan deras
ilustrasi hujan deras (pexels.com/Pixabay)

Pertimbangan faktor cuaca ini berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Laporan itu menyatakan wilayah NTT yang berpotensi mengalami hujan maupun kabut sehingga berisiko bagi keselamatan pengunjung di kawasan konservasi tersebut.

Petugas di lapangan pun membenarkan laporan prakiraan cuaca tersebut. Pantauan di lokasi, kata Adhi, kawasan Mutis Timau masih sering hujan disertai angin dan kabut yang dapat mengancam aktivitas di jalur pendakian, perkemahan, hingga kegiatan wisata lainnya di kawasan tersebut.

Ia mengimbau masyarakat dan calon pengunjung untuk menunda perjalanan ke kawasan Mutis Timau selama masa penutupan ini.

"Agar mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan ini demi keselamatan bersama," tukasnya.

2. Sudah sempat ditutup sebelumnya

red-no-walking-sign-people-forest.jpg
Tanda dilarang melintas. (freepik.com/frimufilms)

Sebelumnya BBKSDA NTT juga sempat menutup kunjungan wisatawan atau pendaki ke kawasan tersebut pada 26 Februari - 9 Maret 2026. Kepala Bidang KSDA Wilayah I BBKSDA NTT, Wantoko, pada saat itu menyampaikan tujuan penutupan ini terkait maintenance dan recovery lingkungan di Taman Nasional Mutis Timau.

Ia menyatakan kunjungan wisata ke Mutis Timau cukup tinggi, terutama saat akhir pekan. Rata-rata 70 hingga 100 pengunjung datang setiap Sabtu dan Minggu, terutama untuk menikmati Hutan Ampupu, Padang Lelofui, hingga mendaki Puncak Mutis.

Pihaknya juga menerapkan sistem kuota pendakian untuk mengendalikan jumlah pengunjung di kawasan konservasi tersebut.

3. Sempat ada pendaki alami hipotermia

ilustrasi hipotermia (unsplash.com/Irfan Syahmi)
ilustrasi hipotermia (unsplash.com/Irfan Syahmi)

Ia juga membenarkan adanya pendaki yang mengalami hipotermia sepekan sebelum kebijakan penutupan kunjungan pada periode 26 Februari - 9 Maret 2026 ini. Pendaki tersebut langsung mendapatkan penanganan medis hingga pulih.

Untuk itu ia mengingatkan para pendaki agar selalu mengutamakan keselamatan saat melakukan aktivitas di kawasan Mutis Timau dan mengindahkan larangan yang sudah ditetapkan.

“Ini bukan tentang menaklukkan puncak, melainkan menaklukkan diri sendiri dan menghormati alam. Utamakan keselamatan, nikmati setiap proses menuju puncak, dan bawalah kembali sampahmu turun,” tegasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More