Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Joki Cilik Meninggal di Dompu, Sering Jatuh dari Punggung Kuda

Joki Cilik Meninggal di Dompu, Sering Jatuh dari Punggung Kuda
Foto Putra, joki cilik asal Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu yang tewas usai terjatuh dari punggung kuda (Dok/Istimewa)
Share Article

Dompu, IDN Times - Putra, joki cilik asal Desa Wawonduru Kecamatan Woja Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia usai terjatuh dari punggung kuda. Selama menjadi Joki, Putra sudah sering terjatuh dari punggung kuda hingga menderita patah tulang.

"Anak itu sudah sering jatuh di arena pacuan kuda, beberapa kali patah tulang," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Wawonduru, Syarifudin dikonfirmasi Senin (20/5/2024).

1. Korban selalu dibawa ayahnya jadi joki

Foto Putra saat ikuti lomba pacuan kuda semasa hidup (Dok/Istimewa)
Foto Putra saat ikuti lomba pacuan kuda semasa hidup (Dok/Istimewa)

Syarifudin mengatakan, sebelum meninggal dunia, Putra tinggal bersama kakeknya di Desa Wawonduru Kecamatan Woja. Karena kedua orang tua kandungnya sudah lama berpisah.

"Mereka sudah lama pisah. Ibunya asli orang sini (Desa Wawonduru), sementara ayahnya dari Kelurahan Monta Baru," terang dia.

Setiap kali menjelang event pacuan kuda, Putra biasa dibawa oleh ayahnya untuk mengikuti latihan. Kemudian diikut sertakan dalam lomba pacuan kuda yang diadakan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Dompu.

"Setiap kali ada event, korban selalu dibawa oleh ayahnya jadi Joki. Dia ini sudah sering ikut lomba pacuan kuda," bebernya.

2. Dapat santunan dari Pordasi hanya Rp1 juta

Ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)
Ilustrasi uang (pexels.com/Ahsanjaya)

Syarifudin mengatakan, kematian Putra meninggal luka bagi keluarga dan masyarakat setempat. Karena semasa hidup, korban dikenal sebagai sosok anak yang baik dan penurut.

Sementara itu, terhadap pihak keluarga yang ditinggalkan telah diberikan santunan kematian oleh Ketua Pordasi Dompu yakni Rp1 juta. Mereka baru diberikan santunan setelah 6 hari korban meninggal dunia.

"Baru aja kemarin rumah kakek korban didatangi oleh pihak Pordasi mau berikan santunan. Saya tanya kakeknya, santunan hanya diberikan Rp1 juta," jelas dia.

3. Meninggal dalam penanganan medis

a
a

Diberitakan sebelumya, Putra terjatuh dari punggung kuda saat mengikuti latihan di arena pacuan Lemba Kara Desa Lapedi Kecamatan Poja Kabupaten Dompu, Minggu (12/5/2024). Setelah terjatuh, korban sempat dibawa pulang oleh ayahnya menggunakan sepeda motor.

Karena kondisinya semakin parah, bocah malang itu kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu. Tidak lama setelah ditangani tim medis, nyawa korban tidak tertolong hingga akhirnya meninggal dunia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Zumrotul Abidin
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Korupsi Dana Guru Terpencil, Pejabat Bima Segera Diseret ke Pengadilan

27 Jun 2026, 10:39 WIBNews