Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Gubernur Angkat Bicara soal Pembunuhan Guru NTT oleh OPM

Gubernur NTT Melki Laka Lena respon pembunuhan warga NTT oleh OPM. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)
Gubernur NTT Melki Laka Lena respon pembunuhan warga NTT oleh OPM. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)

Kupang, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena turut prihatin terhadap kejadian yang menimpa seorang guru asal NTT, Rosalia R. Sogen. Melki sudah berkoordinasi dengan pemda setempat untuk proses pemulangan jenazah korban.

Rosalia diduga menjadi korban pembunuhan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Melki juga menanggapi persoalan ini dan berharap situasi di Papua selalu aman. Ia memastikan warganya aman bekerja di Papua. Ia mengatakan seluruh warga Papua sebagai saudara yang akan melindungi warga NTT di sana.

1. Berharap peristiwa serupa tidak terulang

Satgas Ops Damai Cartenz-2025 serta Polda Papua saat mengevakuasi korban serangan OPM. (mediahub.polri.go.id)
Satgas Ops Damai Cartenz-2025 serta Polda Papua saat mengevakuasi korban serangan OPM. (mediahub.polri.go.id)

Ia menyebut ada informasi dan langkah yang telah diambil pemerintah saat ini yang sifatnya tertutup. Namun begitu, ia meyakinkan warga NTT akan mendapatkan perlindungan langsung dari warga setempat.

"Tidak bisa kami ceritakan semua yang kami kerjakan secara tertutup ya, tapi kami telah berkoordinasi untuk memastikan seluruh warga NTT, baik yang korban di distrik Yahukimo dan lainnya. Kemudian juga teman-teman di Papua akan menjaga juga warga NTT yang kerja di sana," jawab Melki. 

Ia memastikan tidak ada lagi korban karena seluruh pihak yang telah berkoordinasi dengannya memastikan hal yang sama tak terulang.

"Kami pastikan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Kami berkoordinasi dengan tentara di sana dan juga mabes TNI. Malam sebelumnya kami sudah berkoodinasi dan mereka sudah bergerak. Ada tindakan kita di depan panggung dan belakang panggilan bergerak sekaligus," tambah Melki.

2. Melki sebut warga Papua adalah keluarga

Anggota Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigpol Ita Sombo Allo, mengevakuasi salah satu korban kekerasan KKB Yahukimo. (IDN Times/Istimewa)
Anggota Satgas Operasi Damai Cartenz 2025, Brigpol Ita Sombo Allo, mengevakuasi salah satu korban kekerasan KKB Yahukimo. (IDN Times/Istimewa)

Melki menyebut peristiwa ini adalah pesan dari kelompok tertentu yang tidak berkaitan khusus dengan warga NTT secara keseluruhan. Kasus ini pun akan ditangani secara serius oleh pemerintah sekaligus memastikan kondisi akan terus kondusif.

"Saya kira begini, kejadian ini diurus case by case. Saya tahu ada pesan yang diberikan teman-teman Papua terkait peristiwa ini, bukan buat kita tapi buat hal lain. Saya sudah komunikasi ke berbagai pihak untuk tenang. Kita urus yang terjadi hari ini dan terus berkomunikasi dengan semua pihak di Papua untuk jaga kondisi dan redam situasi ini," ulangnya.

Ia meyakinkan lagi bahwa warga Papua secara keseluruhan akan menjaga warga NTT sebagaimana keluarga sendiri terutama usai terjadinya kasus ini.

"Mereka dan kita kan keluarga. Banyak warga NTT kerja di sana, mereka bekerja baik di sana, tidak ada masalah juga, kalau hal seperti ini dan potensi lain-lain pada konflik justru kita titip warga Papua untuk jaga warga kita di sana," ungkap Melki.

3. Pemulangan jenazah guru NTT

Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2025 melakukan olah TKP kasus penyerangan guru dan nakes di Yahukimo, Senin (24/3/2025). (IDN Times/Istimewa)
Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2025 melakukan olah TKP kasus penyerangan guru dan nakes di Yahukimo, Senin (24/3/2025). (IDN Times/Istimewa)

OPM diketahui menyerang Papua di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan. Distrik ini sebelumnya dikenal aman. Serangan pada Jumat (21/3/2025) ini menyebabkan 6 orang termasuk Rosalia Sogen menjadi korban jiwa. Rosalia adalah guru asal NTT yang telah dikontrak Pemkab Yahukimo sejak 2021. Sementara rekan guru dan tenaga medis lainnya mengalami luka ringan dan berat.

Melki mengaku telah berkoordinasi dengan Bupati Flores Timur terkait pemulangan jenazah korban. Ia juga telah menghubungi keluarga besar warga NTT di Jayapura untuk memastikan jenazah bisa tiba NTT.

"Jam 02.30 pagi tadi saya kontak dengan Bupati Flores Timur untuk pemulangan jenazah. Mereka, keluarga besar kita yang di Papua, akan memulangkan jenazah," kata Melki. 

Meski begitu, Melki saat itu belum memastikan kapan tepatnya pemulangan jenazah Rosalia dari Papua hingga tiba ke keluarga asalnya di Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Ia hanya memastikan bahwa jenazah korban tetap akan dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us