Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Geopark Rinjani Kembali Pertahankan Status 'Green Card' dari UNESCO

Geopark Rinjani Kembali Pertahankan Status 'Green Card' dari UNESCO
Danau Segara Anak Gunung Rinjani Lombok, NTB. (IDN Times/Istimewa)

Mataram, IDN Times - Geopark Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTab) kembali mempertahankan status green card atau kartu hujai sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp). Status green card diraih untuk kedua kalinya dalam proses revalidasi yang berlangsung sangat ketat.

General Manager Geopark Rinjani Qwadru Putro Wicaksono menjelaskan bahwa penyerahan sertifikat revalidasi tersebut berlangsung di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis, pada Selasa (28/4/2026). Mewakili Pemerintah Indonesia, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, menerima langsung penghargaan tersebut dari UNESCO.

1. Mempertahankan status green card jauh lebih menantang

IMG-20250701-WA0019.jpg
Asesor UNESCO menilai ulang status Geopark Rinjani, Lombok, NTB. (dok. Istimewa)

Dia mengatakan keberhasilan mempertahankan status bergengsi ini menjadi bukti konkret bahwa tata kelola Geopark Rinjani telah memenuhi standar dunia. Terutama dalam menjalankan tiga pilar utama yaitu konservasi, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Qwadru menjelaskan bahwa mempertahankan status green card Geopark Rinjani jauh lebih menantang daripada meraihnya untuk pertama kali.

"Kartu hijau kedua ini adalah pengakuan dunia atas kerja keras kolektif seluruh pemangku kepentingan di NTB. Ini membuktikan bahwa program-program yang kita jalankan, mulai dari perlindungan keragaman geologi (geodiversity) hingga pengembangan geoproduk UMKM, berjalan di jalur yang benar," kata Qwadru di Mataram, Rabu (29/4/2026).

Qwadru menjelaskan bahwa proses revalidasi oleh tim asesor UNESCO dilakukan dengan sangat mendalam. Tim penilai tidak hanya melihat keindahan alam di kawasan Rinjani, tetapi juga sejauh mana keberadaan Geopark memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di lingkar Rinjani.

2. Rahasia Geopark Rinjani kembali meraih status green card

IMG_20250701_065518_196.jpg
Wisatawan mancanegara menikmati keindahan Sembalun dari Bukit Selong Kawasan Gunung Rinjani. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Salah satu poin yang membawa Rinjani meraih kartu hijau adalah inovasi dalam bidang edukasi. Selama empat tahun terakhir, manajemen Geopark Rinjani telah mengintegrasikan materi geopark ke dalam bahan ajar lokal di sekolah-sekolah di Lombok serta komunitas.

Kemudian, aspek mitigasi bencana menjadi nilai tambah yang signifikan. Mengingat Lombok berada di kawasan rawan tektonik, integrasi pengetahuan geologi untuk keselamatan wisatawan dan penduduk lokal menjadi prioritas yang diapresiasi oleh tim asesor UNESCO.

Dalam prosesi penyerahan sertifikat di Paris, Duta Besar RI Mohamad Oemar menegaskan bahwa Geopark Rinjani bukan sekadar destinasi wisata, melainkan laboratorium alam yang vital bagi ilmu pengetahuan dunia. Dia menyebut Rinjani sebagai "permata" dalam jaringan geopark dunia yang dimiliki Indonesia.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung promosi geopark-geopark tanah air di forum internasional. Keberhasilan Rinjani diharapkan menjadi pemacu bagi geopark lain di Indonesia yang akan menghadapi proses revalidasi serupa.

3. Masalah sampah dan over tourism menjadi fokus ke depan

IMG-20250701-WA0006.jpg
Asesor UNESCO menilai ulang status Geopark Rinjani, Lombok, NTB. (dok. Istimewa)

Meski demikian, Qwadru mengingatkan bahwa status green card membawa tanggung jawab moral yang besar. Masalah pengelolaan sampah (waste management) dan over-tourism tetap menjadi fokus utama manajemen Geopark Rinjani ke depan.

"Tantangan kita bukan lagi soal jumlah kunjungan, melainkan kualitas kunjungan. Kita ingin wisatawan yang datang ke Rinjani adalah mereka yang peduli pada lingkungan," tegasnya.

Pemberdayaan masyarakat juga akan diperluas melalui skema ekonomi kreatif. Produk-produk olahan khas lereng Rinjani, seperti kopi, tenun ikat, serta produk UMKM lainnya mendapatkan label resmi "Geoproduk", yang secara otomatis meningkatkan nilai jualnya di pasar global berkat status UNESCO ini.

Dengan status green card ini, Geopark Rinjani kini menatap visi jangka panjang untuk menjadi model pengelolaan geopark terbaik di Indonesia. Kerjasama internasional dalam bentuk sister geopark dengan beberapa negara seperti Jepang, China dan beberapa negara akan terus diperkuat untuk pertukaran ilmu pengetahuan.

Keberhasilan di tahun 2026 ini menjadi kado istimewa bagi masyarakat NTB. Rinjani kini tidak hanya dikenal karena puncaknya yang menjulang setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut, tetapi juga sebagai simbol harmoni antara manusia dan bumi yang diakui secara universal.

Dia menambahkan, Pemprov NTB melalui Badan Pengelola Geopark Rinjani berkomitmen untuk terus mengalokasikan anggaran dan sumber daya guna memastikan status green card ini tetap bertahan pada siklus revalidasi berikutnya di tahun 2030.

"Ini bukan akhir, melainkan awal dari fase baru. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga Rinjani, karena warisan ini adalah titipan untuk generasi mendatang," tandas Qwadru.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News NTB

See More

Geopark Rinjani Kembali Pertahankan Status 'Green Card' dari UNESCO

29 Apr 2026, 20:28 WIBNews