Mataram, IDN Times - Eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian meningkat seiring menuju puncak musim kemarau 2026. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mencatat seluas 5.000 hektare kawasan hutan yang ludes terbakar dari Januari hingga Agustus 2026.
Sementara, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB mencatat seluas 3.000 hektare kawasan hutan di luar taman nasional dan kawasan konservasi yang ludes terbakar hingga Agustus 2026.
"Kita punya perbedaan data, tadi Menteri Kehutanan menyebut ada 5.000-an hektare di NTB. Kalau data kami yang menjadi kewenangan pemerintah daerah di luar kawasan taman nasional, sekitar 3.000 hektare. Angkanya ada peningkatan dari tahun sebelumnya," kata Kepala Dinas LHK NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi dikonfirmasi usai Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla, Senin (10/6/2028).
