Pantai Tanjung Aan Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Saat ini, kata Troy, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung di KEK Mandalika sedang dibangun oleh investor. Di antaranya, Mini Sirkuit dan Pit Building seluas 3 hektare yang terintegrasi dengan klaster Circuit Villa di tepi lintasan Sirkuit Mandalika dengan pit 95 persen dan track sebesar 75 persen.
Kemudian Satori Villa yang dibangun PT SAPO Development. Investor membangun hunian resor dengan 50 unit vila di atas lahan seluas 1,1 hektare dengan progres fisik mencapai 70 persen.
Selanjutnya, Bukit Niti Villa dengan investor PT Nusa Indo Tenggara. Investor membangun vila mewah yang dilengkapi luxury garage berkapasitas 16 kendaraan dengan progres fisik mencapai 75 persen.
Berikutnya, proyek Sidharta Villa dengan investor PT SAPO Development. Investor membangun klaster 30 unit vila modern di atas lahan seluas 0,5 hektare dengan progres fisik sebesar 55 persen.
Untuk memperkuat daya tarik wisata dan investasi ke depan, sejumlah rencana pengembangan strategis berupa pembangunan hotel dan vila di KEK Mandalika. Antara lain, Circuit Villa yang merupakan hunian vila eksklusif di dalam area inner circuit yang terintegrasi langsung dengan trek balap dan pit building. Proyek ini menawarkan model bisnis investasi menarik dengan high rental yield bagi investor domestik maupun mancanegara.
Kemudian Wake Park Lagoon yaitu wahana olahraga air terpadu seluas 6–7,3 hektare yang berlokasi di West Lagoon. Selain itu, Luxury Garage yang merupakan pusat penyimpanan dan servis supercar bekerja sama dengan Absolute Racing.
Berikutnya, pembangunan Jambuluwuk Resort yang merupakan hotel mixed-use bintang lima yang dibangun di atas lahan seluas 1,9 hektare. Serta pembangunan Hotel Luxury Tanjung Aan yang merupakan hotel dan resor hasil kerja sama dengan investor Jepang yang disesuaikan dengan kultur lokal Mandalika.