Diminati Investor, KEK Mandalika Kantongi Komitmen Investasi Rp3,7 T

- KEK Mandalika mencatat komitmen investasi Rp3,7 triliun yang masih berproses, sementara realisasi investasi telah menembus Rp6,14 triliun.
- Kunjungan wisatawan Januari–September 2026 mencapai 1,21 juta orang, naik 26 persen secara tahunan; sejak 2021 hingga 2026, kawasan ini menyerap 30.198 tenaga kerja.
- Investor Jepang menyiapkan desain hotel bintang lima di Tanjung Aan, sementara investor Spanyol telah membangun fasilitas; proyek vila, mini sirkuit, pit building, dan resor terus berjalan.
Mataram, IDN Times - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika semakin diminati investor. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat besar komitmen investasi saat ini mencapai Rp3,7 triliun.
"Kalau kita bicara komitmen investasi itu ada sekitar Rp3,7 triliun. Tapi memang itu semua sedang berproses," kata Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka, Rabu (28/10/2026).
1. Total realisasi investasi di KEK Mandalika tembus Rp6,14 triliun

Geliat pembangunan hotel di kawasan Mandalika, Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir) Troy menyebutkan total realisasi investasi di KEK Mandalika hingga saat ini telah menembus angka Rp6,14 triliun lebih. Sedangkan komitmen investasi dari para investor yang akan melakukan pembangunan sejumlah fasilitas pariwisata dan hotel di KEK Mandalika sebesar Rp3,7 triliun.
Dia menyebut kunjungan wisatawan ke KEK Mandalika juga menunjukkan pertumbuhan. Pada periode Januari hingga September 2026, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 1,21 juta orang atau mengalami pertumbuhan. sebesar 26 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yaitu sebanyak 959.846 orang.
​Sementara dari sisi penyerapan tenaga kerja, Troy menyebut sejak 2021 hingga 2026, KEK Mandalika menyerap sebanyak 30.198 orang, baik pekerja lokal dan nasional. Dengan rincian tenaga kerja yang diserap ITDC sebanyak 9.336 orang, investor sebanyak 5.125 orang dan event sebanyak 15.722 orang.
2. Ada investor yang menyusun desain dan langsung bangun

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Warokka. (IDN Times/Muhammad Nasir) Dari komitmen investasi sebesar Rp3,7 triliun, kata Troy, ada investor yang sedang menyusun desain dan ada juga yang mulai membangun. Dia memberikan contoh seperti investasi pembangunan hotel bintang 5 di kawasan Tanjung Aan, bagian timur KEK Mandalika.
Saat ini, progresnya terus bergerak. Investor asal Jepang sedang menyusun desain pembangunan hotel mewah tersebut sesuai dengan masterplan KEK Mandalika.
"Artinya, ada fase-fase yang harus disepakati bersama. Kami harus menyepakati mengenai desain, kami harus menyepakati dan lulus dari desain komite. Bukan berarti begitu komit langsung bangun," jelasnya.
Dia menjelaskan kawasan Tanjung Aan Mandalika akan dibangun seperti Nusa Dua Bali. "Artinya kita harus benar-benar fokus dengan hotel yang investor bikin, dengan tata kelola kita tentukan," kata dia.
Selain itu, ada juga investor yang baru menandatangani perjanjian pemanfaatan dan pengembangan lahan atau Land Utilization and Development Agreement (LUDA), mereka langsung membangun. Dia menyebut seperti investor asal Spanyol yang sudah membangun sejumlah fasilitas pendukung pariwisata di KEK Mandalika.
"Agresifnya investor dari Spanyol, membangun di Mandalika langsung jadi. Saya rasa ini pergerakannya cukup kelihatan. Di luar itu beberapa restoran baru berdiri," ungkapnya.
3. Daftar proyek prioritas yang sedang dibangun investor di KEK Mandalika

Pantai Tanjung Aan Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir) Saat ini, kata Troy, sejumlah proyek pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung di KEK Mandalika sedang dibangun oleh investor. Di antaranya, Mini Sirkuit dan Pit Building seluas 3 hektare yang terintegrasi dengan klaster Circuit Villa di tepi lintasan Sirkuit Mandalika dengan pit 95 persen dan track sebesar 75 persen.
Kemudian Satori Villa yang dibangun PT SAPO Development. Investor membangun hunian resor dengan 50 unit vila di atas lahan seluas 1,1 hektare dengan progres fisik mencapai 70 persen.
Selanjutnya, ​Bukit Niti Villa dengan investor PT Nusa Indo Tenggara. Investor membangun vila mewah yang dilengkapi luxury garage berkapasitas 16 kendaraan dengan progres fisik mencapai 75 persen.
Berikutnya, proyek Sidharta Villa dengan investor PT SAPO Development. Investor membangun klaster 30 unit vila modern di atas lahan seluas 0,5 hektare dengan progres fisik sebesar 55 persen.
Untuk memperkuat daya tarik wisata dan investasi ke depan, sejumlah rencana pengembangan strategis berupa pembangunan hotel dan vila di KEK Mandalika. Antara lain, Circuit Villa yang merupakan hunian vila eksklusif di dalam area inner circuit yang terintegrasi langsung dengan trek balap dan pit building. Proyek ini menawarkan model bisnis investasi menarik dengan high rental yield bagi investor domestik maupun mancanegara.
Kemudian Wake Park Lagoon yaitu wahana olahraga air terpadu seluas 6–7,3 hektare yang berlokasi di West Lagoon. Selain itu, Luxury Garage yang merupakan pusat penyimpanan dan servis supercar bekerja sama dengan Absolute Racing.
Berikutnya, pembangunan Jambuluwuk Resort yang merupakan hotel mixed-use bintang lima yang dibangun di atas lahan seluas 1,9 hektare. Serta pembangunan Hotel Luxury Tanjung Aan yang merupakan hotel dan resor hasil kerja sama dengan investor Jepang yang disesuaikan dengan kultur lokal Mandalika.




















