Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Tangkap 11 Terduga Pelaku Penganiayaan Pakai Sajam di Mataram

Kota Mataram
3 min read
Polisi Tangkap 11 Terduga Pelaku Penganiayaan Pakai Sajam di Mataram
Para terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam yang diamankan Satreskrim Polresta Mataram, Selasa (27/10/2026). (IDN Times/Istimewa)
  • Polresta Mataram dan Polda NTB mengamankan 11 terduga pelaku penganiayaan bersajam pada 27 Oktober 2026; terdiri dari 10 laki-laki dan satu perempuan.
  • Kesebelas orang diduga terkait penganiayaan di Jalan Udayana dan Jalan Airlangga depan Boxy, sementara kasus di Jalan Sriwijaya masih didalami polisi.
  • Polisi menyita dua senjata tajam serta sejumlah ponsel, lalu memeriksa peran tiap orang dan mencari pelaku utama bersama Unit Jatanras dan PPA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Polresta Mataram bersama jajaran Polda NTB mengamankan 11 terduga pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam (sajam) yang meresahkan masyarakat Kota Mataram.

Para terduga pelaku diamankan pada Selasa (27/10/2026) oleh Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Mataram, berkolaborasi dengan URC Jatanras Polda NTB dan tim opsnal Polsek jajaran Polresta Mataram.

Para terduga pelaku diamankan secara bertahap sejak dini hari hingga Selasa pagi (27/10/2026). Dari 11 orang yang diamankan, sepuluh di antaranya laki-laki dan satu perempuan.

  1. 1. Dalami pelaku utama

    IMG_20260115_190204_609.jpg
    Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Kasat Reskrim Polresta Mataram AKP I Made Dharma YP mengatakan 11 terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan untuk mendalami keterkaitan serta peran masing-masing dalam peristiwa tersebut. Polisi sedang mendalami pelaku utama.

    “Dari 11 orang yang kita amankan, sepuluh di antaranya laki-laki dan satu perempuan. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengetahui secara jelas peran dari masing-masing dan siapa pelaku utamanya,” kata Dharma.

    Menurutnya, penyidik masih terus melakukan penyelidikan dan pengembangan guna memastikan kronologi kejadian serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

  2. 2. 11 orang terkait dengan penganiayaan di Jalan Udayana dan Airlangga

    Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Istimewa)
    Ilustrasi pembacokan. (IDN Times/Istimewa)

    Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, 11 orang tersebut diduga memiliki kaitan dengan peristiwa penganiayaan di Jalan Udayana dan Jalan Airlangga, tepatnya di depan Boxy.

    Sementara itu, terkait kejadian di Jalan Sriwijaya, polisi masih mendalami informasi yang diterima. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, peristiwa tersebut diduga bermula dari kejadian terjatuh dan melibatkan orang-orang yang saling mengenal.

    “Jadi, yang 11 orang diamankan ini diduga berkaitan dengan kejadian yang di Udayana dan depan Boxy. Sementara yang di Jalan Sriwijaya belum ada titik terang karena berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian itu terjatuh dan mereka masih sesama rekan atau saling mengenal,” jelasnya.

  3. 3. Amankan dua senjata tajam

    Ilustrasi pembacokan (IDN Times/Mia Amalia)
    Ilustrasi pembacokan (IDN Times/Mia Amalia)

    Dalam penanganan kasus ini, kata Dharma, polisi juga mengamankan dua buah senjata tajam serta sejumlah telepon seluler yang berisi percakapan terkait peristiwa tersebut. Barang bukti itu akan didalami untuk membantu mengungkap rangkaian kejadian dan memastikan keterlibatan masing-masing pihak.

    Dharma menegaskan, penanganan perkara dilakukan oleh Unit Jatanras bersama Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Mataram. “Penanganan kasus ditangani oleh Unit Jatanras dan Unit PPA Satreskrim Polresta Mataram. Untuk perkembangan hasil pemeriksaan, kami sampaikan di kesempatan lain,” tambahnya.

    Polisi masih mendalami hasil pemeriksaan terhadap 11 orang tersebut. Hingga kini, peran masing-masing pihak dan pihak yang diduga sebagai pelaku utama masih dalam proses penyelidikan. Dia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi.

    Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Sehingga proses penyelidikan dapat berjalan lancar dan situasi keamanan di Kota Mataram tetap kondusif.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More