Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tiga Rumah Panggung Warga di Sumba Barat Daya Dibakar Sejumlah Pria

Kota Kupang
2 min read
Tiga Rumah Panggung Warga di Sumba Barat Daya Dibakar Sejumlah Pria
Polisi melakukan olah TKP tiga rumah panggung yang dibakar sejumlah pria. (Dok Polres Sumba Barat Daya)
  • Tiga rumah panggung warga di Kampung Homba Labora, Sumba Barat Daya, dibakar sejumlah pria pada 23 Oktober 2026 hingga rata dengan tanah.

  • Kebakaran menghanguskan dua sepeda motor, padi, perabot, pakaian, dan surat berharga; kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

  • Polisi menyelidiki dugaan pembakaran yang berawal dari persoalan kuda, memburu terlapor, dan menyatakan tidak ada korban luka fisik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times — Tiga rumah warga di Kampung Homba Labora, Desa Waikarara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), dibakar sejumlah pria pada Jumat (23/10/2026) sore. Para korban adalah Gidion Ghadi Loghe (57), Ruben Ra Jaka (32), dan Dominggus Ndara Bage (39). Rumah panggung mereka hangus terbakar hingga rata dengan tanah.

Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu, melalui Kasat Reskrim Polres Sumba Barat Daya, Iptu Yakobus K. Sanam, membenarkan kejadian tersebut pada Sabtu (24/10/2026).

"Seluruh rumah mereka bertiga beserta barang-barang di dalamnya hangus terbakar," jawabnya.

  1. 1. Sepeda motor dan surat berharga lenyap

    Petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara di area tiga rumah panggung yang dibakar sejumlah pria di Sumba Barat Daya.
    Polisi melakukan olah TKP tiga rumah panggung yang dibakar sejumlah pria. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

    Barang-barang berharga tersebut antara lain dua sepeda motor, padi, perabotan rumah tangga, pakaian, serta sejumlah surat berharga milik korban ikut terbakar.

    "Kerugian material akibat peristiwa ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah," imbuhnya.

    Para korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kodi Bangedo untuk diproses secara hukum. Polisi juga telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mencari serta mengumpulkan barang bukti.

    "Para terlapor yang diduga terlibat masing-masing berinisial AM alias Adi (27), AMn alias Anis (15), dan PP alias Petu (28)," tukasnya.

    Mereka diduga melakukan aksi tersebut bersama sejumlah pria lainnya yang disebut berasal dari Kampung Homba Labora.

  2. 2. Para terlapor datang dengan marah-marah

    Petugas kepolisian melakukan olah TKP di area tiga rumah panggung yang hangus dibakar oleh sejumlah pria.
    Polisi melakukan olah TKP tiga rumah panggung yang dibakar sejumlah pria. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

    Para korban menyebut kejadian tersebut bermula saat mereka berkumpul bersama dan beberapa pria yang dilaporkan itu datang membahas soal persoalan kuda. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 16.00 WITA ketika Gidion, Ruben, dan Markus Bale Mema sedang duduk di bale-bale di depan rumah Gidion.

    "Tiba-tiba, sejumlah pria datang dan memaki Gidion dan membahas hal tersebut hingga kemudian situasi memanas hingga para terduga pelaku melempari Gidion menggunakan batu yang mengenai dinding rumah," jelasnya.

    Para korban pun bergegas kabur ke ke kebun jambu mete di belakang rumah dan para pelaku sempat mengejar mereka dan sesaat kemudian kembali ke rumah Gidion.

    "Setelahnya, rumah mereka bertiga yang berbentuk rumah panggung dengan dinding bambu dan atap alang-alang mulai menyala karena terbakar api," lanjutnya.

  3. 3. Tak ada kekerasan fisik

    Petugas polisi memeriksa lokasi tiga rumah panggung yang terbakar setelah diduga dibakar sejumlah pria di Sumba Barat Daya.
    Polisi melakukan olah TKP tiga rumah panggung yang dibakar sejumlah pria. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

    Yakobus mengatakan tidak ada di antara para korban yang mengalami kekerasan fisik, namun mengalami kerugian materil karena seluruh rumah beserta barang-barang di dalamnya hangus terbakar.

    "Dalam peristiwa tersebut hanya dialami kerugian materil dan tidak ada yang terluka atau mendapat kekerasan fisik," tukasnya.

    Ia menegaskan saat ini para petugas masih mencari keberadaan para terduga pelaku sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More