Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bikin Ricuh, Pria di Kupang Mabuk dan Sakiti Diri Sendiri

Kota Kupang
3 min read
Bikin Ricuh, Pria di Kupang Mabuk dan Sakiti Diri Sendiri
Pria mabuk di Kupang buat ricuh dan lukai diri sendiri. (Dok Polresta Kupang Kota)
  • SB membuat keributan di dua lokasi di Kecamatan Maulafa, Kupang, setelah mengonsumsi moke bersama dua temannya pada Minggu petang.

  • Di rumah majikannya, SB membanting ponsel lalu melukai leher sendiri dengan pisau; di lokasi kedua, ia kembali membawa pisau sambil membuat warga resah.

  • Warga mengamankan SB sebelum polisi membawanya berobat ke Klinik Sint Kamilus dan mengembalikannya kepada keluarga; Polsek Maulafa akan meningkatkan patroli serta pengawasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times — Seorang pria berinisial SB membuat keributan di wilayah Kecamatan Maulafa sambil mabuk dan bertingkat aneh. Pria itu marah-marah tanpa penyebab yang jelas dan mencoba melukai diri sendiri menggunakan sebilah pisau. Ia menyabet lehernya sendiri menggunakan pisau tersebut.

Kejadian ini berlangsung pada Minggu, (25/10/2026) petang dan langsung ditangani Kapolsek Maulafa AKP M. L. Petterson Riwu bersama personel piket SPKT Polres Maulafa.

"Pria itu membuat keributan di dua tempat berbeda usai mabuk miras," jelas Petterson dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

  1. 1. Marah-marah di rumah bosnya lalu lukai leher sendiri

    Pria mabuk membuat kericuhan di Kupang dan melukai dirinya sendiri dalam penanganan Polresta Kupang Kota.
    Pria mabuk di Kupang buat ricuh dan lukai diri sendiri. (Dok Polresta Kupang Kota)

    SB sendiri merupakan warga RT 05/RW 03 Kelurahan Naimata, awalnya bersama dua orang temannya, AT dan ML. Mereka mengonsumsi minuman keras jenis moke di salah satu lokasi yang berada di wilayah Kelurahan Naimata.

    Ketiganya kemudian pulang ke rumah bos atau majikan mereka yang bernama RT. Setibanya di sana SB tiba-tiba mengamuk dan marah-marah, lalu membanting handphone miliknya sendiri ke lantai rumah.

    "Tak berhenti di situ, SB mengambil sebilah pisau dari dalam tasnya dan menggorok lehernya sendiri dengan pisau tersebut, sehingga mengalami luka lecet di bagian leher," jelasnya.

  2. 2. Ditangkap warga dan dibawa polisi ke klinik

    Pria mabuk di Kupang membuat kericuhan dan melukai dirinya sendiri dalam insiden yang ditangani polisi.
    Pria mabuk di Kupang buat ricuh dan lukai diri sendiri. (Dok Polresta Kupang Kota)

    SB langsung pergi setelahnya. Ia mengambil handphone dan tasnya kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut ke wilayah RT 12 RW 04 Kelurahan Naimata, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

    "Di lokasi kedua ini, SB kembali mengambil pisau dari dalam tasnya dan memegangnya di tangan sambil membuat keributan," jelas dia.

    Keributannya itu membuat warga sekitar resah dan khawatir. Akhirnya warga mengamankan SB sebelum situasi semakin memburuk.

    Polisi yang tiba di TKP pun mengumpulkan barang bukti sementara SB diamankan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis sehingga situasi kembali kondusif. Petugas juga menghubungi keluarga SB untuk memberikan informasi terkait kejadian tersebut. Berkat penanganan cepat dari Polsek Maulafa.

    "SB telah dikembalikan ke keluarganya setelah selesai mendapat perawatan medis di Klinik Sint Kamilus, Desa Oeltua, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang," jelasnya lagi.

  3. 3. Akan intensifkan patroli dan imbau warga tak konsumsi miras

    Potret Kapolsek Maulafa AKP M. L. Petterson Riwu mengenakan seragam kepolisian dalam dokumentasi Polresta Kupang Kota.
    Kapolsek Maulafa AKP M. L. Petterson Riwu. (Dok Polresta Kupang Kota)

    Petterson menyampaikan untuk langkah-langkah preventif pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah hukum Polsek Maulafa, terutama pada jam-jam rawan, guna mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

    Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, karena dapat memicu perilaku yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

    "Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Jika melihat atau mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," imbaunya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More