Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Diawasi Ketat! 65 Desa di NTB Dapat Suntikan Dana Rp19,5 Miliar

Kota Mataram
3 min read
Diawasi Ketat! 65 Desa di NTB Dapat Suntikan Dana Rp19,5 Miliar
ilustrasi banyak uang (pexels.com/Ahsanjaya)
  • Sebanyak 65 desa di 10 kabupaten/kota NTB telah menerima dana Program Desa Berdaya senilai Rp19,5 miliar, dengan alokasi Rp300 juta per desa.
  • Dana digunakan untuk mengembangkan potensi lokal seperti peternakan, pertanian, pengelolaan sampah, dan pariwisata, dengan fokus prioritas ketahanan pangan, wisata, serta lingkungan.
  • NTB menargetkan 257 desa/kelurahan menerima bantuan pada 2026, sementara pengawasan berlapis dilakukan Satgas Pendamping untuk memastikan penggunaan dana tepat sasaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Pemprov Nusa Tenggara Barat (NTB) merealisasikan dana untuk program unggulan Desa Berdaya. Hingga saat ini, sebanyak 65 desa yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-NTB telah menerima suntikan dana segar mencapai Rp19,5 miliar.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, mengungkapkan bahwa realisasi ini sekaligus menjadi jawaban konkret atas berbagai pertanyaan masyarakat di media sosial terkait keterbukaan informasi desa penerima manfaat. "Sebanyak 65 desa telah menerima pencairan anggaran masing-masing sebesar Rp300 juta," kata Nelly di Mataram, Senin (21/9/2026).

  1. 1. Untuk pengembangan potensi desa

    IMG-20260624-WA0032.jpg
    Kepala Bappeda NTB Baiq Nelly Yuniarti. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Nelly menegaskan bahwa intervensi pendanaan ini merupakan bagian strategis dari upaya Pemprov NTB dalam melakukan pemberdayaan berbasis desa. Melalui dukungan dana, pendampingan, serta pembinaan yang terintegrasi, Pemprov NTB mendorong setiap desa agar mampu mengembangkan potensi lokalnya secara maksimal.

    Saat ini, kata dia, desa-desa penerima bantuan telah mulai bergerak mengembangkan sektor unggulan masing-masing. Berbagai komoditas produktif yang dikelola meliputi usaha peternakan, pengolahan hasil pertanian, tata kelola sampah secara mandiri, hingga pembangunan fasilitas pariwisata lokal.

    "Kami berharap program Desa Berdaya ini tidak berhenti pada seremonial pencairan anggaran saja. Dana ini harus betul-betul dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang memberikan dampak ekonomi langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat desa," tambah Nelly.

  2. 2. Target 257 desa mendapatkan suntikan dana dari Pemprov NTB tahun 2026

    IMG-20260625-WA0032.jpg
    Warga Desa Mekarsari kategori miskin ekstrem yang tinggal digubuk reot. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Pada 2026 ini, kata Nelly, Pemprov NTB telah menetapkan target sebanyak 257 desa sebagai penerima Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Desa Berdaya Tematik. Dia terus mendorong desa-desa lain yang masuk dalam daftar kuota agar segera melengkapi seluruh persyaratan administrasi agar proses pencairan berikutnya berjalan lancar.

    Untuk memastikan dana stimulus ini tepat sasaran dan bebas dari penyelewengan, Pemprov NTB menerapkan sistem pengawasan berlapis. Nelly menjelaskan bahwa Gubernur NTB telah resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) Satuan Tugas (Satgas) Pendamping Desa Berdaya.

    Satgas khusus ini terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bertugas melakukan pengawalan ketat secara end-to-end. Mulai dari tahap pengajuan proposal, proses verifikasi, pelaksanaan di lapangan, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan bantuan.

  3. 3. Gelontorkan Rp128 miliar

    IMG-20260625-WA0029.jpg
    Kondisi rumah dan tempat MCK warga miskin ekstrem di Desa Mekarsari Kecamatan Gunungsari Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Nelly menyatakan bahwa melalui pengawasan yang ketat, program Desa Berdaya diharapkan mampu melahirkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru dari desa. Pemprov NTB menargetkan sebanyak 1.166 desa/kelurahan yang tersebar di seluruh wilayah NTB mendapatkan bantuan keuangan hingga 2029 mendatang.

    Jumlah desa/kelurahan yang mendapatkan bantuan setiap tahun disesuaikan kemampuan keuangan daerah. Pada tahun 2026, sebanyak 257 desa/kelurahan lewat program Desa Berdaya Tematik mendapatkan alokasi anggaran dengan total sebesar Rp76,8 miliar.

    Selain itu, Pemprov NTB memberikan bantuan keuangan untuk 40 desa/kelurahan yang masuk kategori miskin ekstrem melalui program Desa Berdaya Transformatif. Total anggaran yang digelontorkan Pemprov NTB untuk program Desa Berdaya Tematik dan Transformatif mencapai Rp128 miliar.

    Nelly menjelaskan bantuan keuangan yang diberikan kepada 257 desa tahun ini digunakan untuk tiga program prioritas Pemprov NTB, yaitu ketahanan pangan, pariwisata dan persampahan atau lingkungan. Kepala Desa mendesain rencana anggaran biaya (RAB) dalam proposal yang diajukan untuk tiga program prioritas tersebut.

    Penggunaan bantuan keuangan yang diberikan Pemprov NTB disesuaikan dengan persoalan krusial yang dihadapi masyarakat desa, misalnya, persoalan sampah. Maka dana sebesar Rp300 juta itu bisa digunakan untuk menangani persoalan sampah sampai tuntas selama setahun.

    Jika yang dibutuhkan masyarakat desa lebih kepada penataan objek wisata, karena mendapatkan penghasilan dari sektor tersebut maka bantuan itu dapat digunakan untuk menata objek wisata di desa.

    "Kita kasih kebebasan masing-masing desa untuk mendesain apa yang bisa mereka lakukan dengan Rp300 juta. Yang penting peruntukannya satu ketahanan pangan, dua pengembangan pariwisata, tiga terkait dengan penanganan sampah," jelasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More