Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prestasi Sempat Menurun, NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026

Kota Mataram
3 min read
Prestasi Sempat Menurun, NTB Tembus 10 Besar MTQ Nasional 2026
Kafilah NTB di ajang MTQ Nasional Semarang Jawa Tengah tahun 2026. (dok. Istimewa)
  • Kafilah NTB menempati peringkat kesembilan MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang dengan 34 poin, naik dari posisi ke-18 pada ajang 2024 di Kalimantan Timur.
  • Capaian ini didukung pembinaan lebih intensif, termasuk Training Center 38 hari, serta penguatan qari, qariah, hafiz, dan hafizah oleh LPTQ bersama pemerintah daerah.
  • Delapan peserta NTB meraih juara dan harapan di berbagai cabang, setelah melalui seleksi berjenjang dari tingkat desa hingga provinsi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Kafilah Nusa Tenggara Barat (NTB) berhasil masuk peringkat 10 besar pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah. NTB berhasil menembus 10 besar nasional dengan menempati peringkat ke-9 dan mengumpulkan 34 poin, setelah pada MTQ Nasional di Kalimantan Timur tahun 2024 berada di peringkat 18.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda NTB, Amir, mengatakan capaian tahun ini menjadi penting karena dalam beberapa penyelenggaraan terakhir prestasi NTB di tingkat nasional sempat mengalami penurunan. Padahal, sebelum era 2000-an, NTB dikenal sebagai salah satu daerah yang kerap berada di jajaran atas MTQ Nasional.

“Terakhir tahun 2016 ketika NTB menjadi tuan rumah, kita berada di peringkat empat. Setelah itu prestasi kita menurun. Alhamdulillah pada MTQ Nasional ke-31 ini, NTB mampu kembali masuk 10 besar dengan berada di peringkat sembilan,” kata Amir di Mataram, Senin (21/9/2026).

  1. 1. Pembinaan lebih intensif

    IMG-20260527-WA0016.jpg
    Kepala Biro Kesra Setda NTB Amir. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Menurut Amir, capaian tahun ini tidak datang secara instan. Persiapan kafilah dilakukan lebih intensif, termasuk melalui Training Center (TC) selama 38 hari untuk mematangkan kemampuan peserta sebelum bertanding di tingkat nasional.

    Dia mengatakan penguatan pembinaan tersebut berdasarkan instruksi Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal untuk kembali mendorong prestasi NTB dalam MTQ Nasional. Pembinaan qari dan qariah serta hafiz dan hafizah dilakukan secara berkelanjutan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) bersama pemerintah kabupaten/kota.

    “Tahun ini persiapannya berbeda. Komitmen Pak Gubernur untuk memajukan MTQ dan memperkuat kembali pembinaan qari-qariah serta hafiz-hafizah kita begitu kuat. Untuk kali pertama, kita adakan TC. Tak tanggung-tanggung, TC berlangsung selama 38 hari,” jelas Amir.

  2. 2. Delapan wakil NTB menorehkan prestasi di MTQ Nasional 2026

    Ribuan qori dan qoriah menghadiri acara penutupan MTQ nasional 2026 dalam sebuah kegiatan bersama.
    Penutupan MTQ nasional 2026 dihadiri ribuan qori dan qoriah. (IDN Times/Fariz Fardianto)

    Pada MTQ Nasional 2026 di Semarang, delapan peserta NTB berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang. Khairunnisa meraih Juara I Qira’at Mujawwad Dewasa Putri, Ahmad Masyhun Juara II Tafsir Bahasa Arab, Maesarah Juara III Tilawah Dewasa Putri, dan Nihla Hudya Alnaisa meraih Juara III Tilawah Anak-Anak Putri.

    Sementara Taqwa Hikmatullah meraih Harapan I Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad meraih Harapan II Hafalan 30 Juz, Ahmad Kodri meraih Harapan III Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra, serta Holis Susabri meraih Harapan III Tilawah Remaja Putra.

  3. 3. Seleksi ketat secara berjenjang

    Menteri Agama Nazaruddin Umar menyerahkan dokumen tuan rumah MTQ Nasional XXXI kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Semarang.
    Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bersama Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen menyaksikan Wagub DKI Jakarta Rano Karno menerima dokumen penyerahan tuan rumah dari Menag Nazaruddin Umar saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Sabtu malam (19/9/2026). (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

    Amir menambahkan bahwa pembinaan dilakukan tidak hanya menjelang kompetisi. Seleksi dilakukan secara ketat dan berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Pola tersebut menurutnya penting untuk menemukan sekaligus menyiapkan talenta terbaik NTB secara berkelanjutan.

    “Prestasi ini tidak lepas dari pembinaan yang semakin baik dan kontinu dalam menyiapkan qari-qariah dan hafiz-hafizah oleh LPTQ dan pemerintah kabupaten/kota, serta seleksi yang ketat secara berjenjang mulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan seterusnya,” kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More