Rahasia Khairunnisa Raih Juara 1 MTQ Nasional: Gak Makan Gorengan

- Qariah Bima, Khairunnisa, meraih Juara I Qira’at Mujawwad Dewasa Putri pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang setelah menjalani latihan intensif dan menjaga kondisi suara.
- Khairunnisa menjalani pemusatan latihan hampir dua bulan, termasuk 10 hari secara daring, serta menghindari es dan gorengan; ia akan mewakili Indonesia di MTQ Internasional Kuala Lumpur pada Oktober.
- NTB finis peringkat kesembilan nasional dengan 34 poin dan delapan peserta berprestasi. Pemprov bersama LPTQ akan memperkuat pencarian serta pembinaan talenta hingga desa dan kecamatan.
Mataram, IDN Times - Qariah asal Kabupaten Bima, Khairunnisa berhasil mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Dia berhasil meraih juara 1 Qira'at Mujawwad Dewasa Putri MTQ Nasional 2026.
Khairunnisa mengungkapkan rahasia di balik kesuksesannya meraih juara 1 MTQ Nasional 2026. Selain pemusatan latihan atau training center selama dua bulan, Khairunnisa juga mengaku 'puasa' atau tidak minum es dan tidak makan gorengan.
"Tentu ada tantangan karena kita harus selalu menjaga kondisi, terutama kalau bidang tilawah itu tidak bisa makan es dan gorengan. Jadi puasa es dan gorengan selama dua bulan, lumayan sulit," kata Khairunnisa di Mataram, Senin (21/9/2026).
1. Pemusatan latihan hampir dua bulan

Qariah NTB, Khairunnisa foto bersama usai bertemu Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Senin (21/9/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Selain tetap menjaga kondisi kesehatan dengan menghindari minum es dan makan gorengan, Khairunnisa mengatakan pemusatan latihan yang dilakukan LPTQ NTB selama dua bulan sangat berpengaruh dalam meraih prestasi di ajang nasional tersebut. Pada pelaksanaan MTQ tahun-tahun sebelumnya, kata dia, Qari' dan Qariah NTB hanya dilakukan pemusatan latihan selama dua minggu.
Namun pada tahun ini, sebelum berangkat ke Semarang Jawa Tengah, semua peserta yang mewakili NTB berlaga di MTQ Nasional 2026 dilakukan pemusatan latihan selama dua bulan. "Walaupun sudah pulang, kita TC (training center) online selama 10 hari. Jadi benar-benar intens dan hasilnya lebih maksimal dibanding sebelum-sebelumnya," tuturnya.
2. Wakili Indonesia di MTQ Internasional Kuala Lumpur 2026

Kafilah NTB di ajang MTQ Nasional Semarang Jawa Tengah tahun 2026. (dok. Istimewa) Ke depan, Khairunnisa berharap pemusatan latihan bisa dilakukan lebih intens lagi. Sehingga akan lebih banyak perwakilan NTB yang meraih juara di MTQ Nasional. Pada MTQ Nasional 2026, NTB berhasil masuk peringkat 9 nasional dan diharapkan pada MTQ Nasional berikutnya bisa masuk tiga besar dengan pembinaan yang lebih intensif lagi.
Khairunnisa mengatakan pada Oktober mendatang, dia akan menjadi wakil Indonesia dalam ajang MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia.
Persiapannya, karena kemarin sudah intens, sekarang sudah harus tetap menjaga kondisi. Tetap latihan, nanti dibina lagi sama Ketua LPTQ, tetap latihan sebelum berangkat," tandasnya.
NTB berhasil menembus 10 besar nasional dengan menempati peringkat ke-9 dan meraih total nilai 34, melompat signifikan dari peringkat ke-18 pada MTQ Nasional XXX di Kalimantan Timur.
Pada MTQ Nasional 2026 di Semarang, delapan peserta NTB berhasil meraih prestasi pada sejumlah cabang. Khairunnisa meraih Juara I Qira’at Mujawwad Dewasa Putri, Ahmad Masyhun Juara II Tafsir Bahasa Arab, Maesarah Juara III Tilawah Dewasa Putri, dan Nihla Hudya Alnaisa meraih Juara III Tilawah Anak-Anak Putri.
Sementara Taqwa Hikmatullah meraih Harapan I Hafalan Al-Qur’an 10 Juz, M. Haikal Afad meraih Harapan II Hafalan 30 Juz, Ahmad Kodri meraih Harapan III Qira’at Mujawwad Al-Qur’an Dewasa Putra, serta Holis Susabri meraih Harapan III Tilawah Remaja Putra.
3. Gubernur NTB perkuat sistem talent scouting

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir) Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kembalinya NTB masuk 10 besar nasional merupakan hasil pola pembinaan yang kini dilakukan lebih sistematis dan intensif. Jika sebelumnya training center (TC) hanya berlangsung beberapa hari, kali ini kafilah menjalani TC di Mataram selama sekitar 40 hari sebelum melanjutkan persiapan di Semarang.
Menurutnya, prestasi MTQ tidak semata diukur dari jumlah juara, melainkan bagian dari upaya menghidupkan syiar Al-Qur'an dan membangun generasi muda NTB. Dia menilai keberhasilan Khairunnisa membuktikan potensi perempuan NTB untuk berprestasi di tingkat nasional, dan berharap pengalamannya dapat menular kepada peserta junior untuk MTQ mendatang.
Iqbal mengatakan tantangan NTB bukan sekadar menemukan talenta, melainkan menjaga agar talenta tidak "hijrah" membela daerah lain seperti kasus Qari asal Bima, Samsuri Firdaus, yang pernah dibina NTB namun kini berprestasi atas nama daerah lain. Karena itu, Pemprov NTB bersama LPTQ akan memperkuat sistem talent scouting hingga ke desa dan kecamatan, serta memastikan pembinaan berlanjut pasca-MTQ.
Dia menambahkan Pemprov NTB akan memberikan bonus dan apresiasi kepada kafilah berprestasi, dengan besaran yang akan diumumkan kemudian. Gubernur Iqbal mengatakan qariah asal Bima Khairunnisa akan mengikuti MTQ Internasional di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Oktober mendatang, dan akan kembali menjalani pembinaan bersama LPTQ NTB sebelum keberangkatan.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)






















