Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Debat Pilgub NTB, Pengamat Nilai Pasangan Zul-Uhel Lebih Unggul
Debat perdana Cagub dan Cawagub NTB di Mataram, Rabu (23/10/2024) malam. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Debat perdana Pemilihan Gubernur (Pilgub) Nusa Tenggara Barat (NTB) telah digelar pada Rabu malam (23/10/2024). Dalam debat tersebut, tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur memaparkan visi dan misi mereka terkait tema "Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik untuk Kesejahteraan Rakyat."

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Dr. Ihsan Hamid, memberikan penilaian terhadap performa ketiga pasangan calon. Menurut Ihsan, pasangan nomor urut 02, Zulkieflimansyah dan Suhaili FT, yang dikenal dengan sebutan Zul-Uhel, berhasil menguasai panggung debat dengan baik.

“Paslon nomor 02 terlihat lebih santai dan percaya diri. Ini wajar karena Zulkieflimansyah adalah inkumben, dan Suhaili memiliki pengalaman yang cukup. Mereka terlihat menikmati momen debat, khususnya Zulkieflimansyah yang tampil tenang dan tidak terburu-buru,” ujar Ihsan saat dikonfirmasi di Mataram, Kamis (24/10/2024).

1. Rohmi terlihat tegang, Iqbal alami penurunan jelang akhir debat

Debat perdana pilkada NTB, Rabu (23/10/2024). (tangkapan layar Youtube KPU NTB)

Ihsan juga menyoroti pasangan nomor urut 01, Sitti Rohmi Djalilah dan W. Musyafirin, yang tampak sedikit tegang selama debat. Menurutnya, ketegangan yang dialami Rohmi kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa ia berhadapan dengan mantan pasangannya di Pilgub NTB 2018, Zulkieflimansyah.

“Rohmi mungkin merasa tertekan karena pernah berpasangan dengan Zulkieflimansyah pada periode sebelumnya. Ini bisa menjadi beban tersendiri baginya,” jelas Ihsan.

Sementara itu, pasangan nomor urut 03, Lalu Muhamad Iqbal dan Indah Dhamayanti Putri, terlihat mengalami penurunan performa menjelang akhir debat. Ihsan menilai penurunan tersebut mungkin dipicu oleh jawaban Zulkieflimansyah yang mengingatkan bahwa menjadi gubernur lebih sulit dibandingkan tugas sebagai duta besar, yang pernah dijalani Iqbal.

“Jawaban Zulkieflimansyah mengenai meritokrasi di pemerintahan daerah, yang melibatkan jutaan orang, sepertinya mempengaruhi Iqbal secara psikologis,” kata Ihsan.

2. Gagasan monumental belum muncul dari ketiga paslon

Tangkapan layar saat sesi debat perdana calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2024 (Dok/Istimewa)


Secara keseluruhan, Ihsan menilai debat perdana Pilgub NTB 2024 masih berlangsung secara normatif. Ketiga pasangan calon belum menampilkan ide dan gagasan monumental yang dapat menarik perhatian pemilih rasional.

“Kita masih belum melihat gagasan besar yang ditawarkan ketiga pasangan calon. Hal ini mungkin disebabkan oleh waktu yang terlalu singkat, sehingga mereka belum bisa mengelaborasi visi dan misi secara mendalam,” ungkapnya.

Ihsan berharap pada debat berikutnya, durasi yang diberikan kepada masing-masing pasangan calon lebih panjang, agar pemilih rasional yang masih ragu dapat lebih yakin dengan pilihannya. Menurutnya, format debat ini sangat penting untuk mempengaruhi swing voters.

3. Waktu debat terlalu singkat, paslon terkesan terburu-buru

Debat perdana Cagub dan Cawagub NTB 2024 di Hotel Lombok Raya Kota Mataram, Rabu (23/10/2024) malam. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurut Ihsan, salah satu kendala utama dalam debat tersebut adalah durasi yang terlalu singkat, sehingga para calon terkesan terburu-buru dalam menyampaikan ide dan jawaban.

“Durasi setiap segmen terlalu singkat. Misalnya, ketika menyampaikan visi dan misi, masing-masing pasangan hanya diberi waktu tiga menit. Hal ini membuat mereka terkesan terburu-buru dan sulit fokus,” terangnya.

Ihsan juga menyoroti pentingnya memperpanjang durasi debat agar masing-masing pasangan calon bisa menguraikan visi dan misi mereka dengan lebih jelas. Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 1363 Tahun 2024, durasi debat ditetapkan selama 150 menit. Namun, Ihsan berharap agar pada debat berikutnya, waktu yang diberikan untuk menyampaikan visi dan misi diperpanjang hingga 6-7 menit.

“Durasi yang lebih panjang akan membantu para calon meyakinkan pemilih dengan gagasan-gagasan mereka,” tambahnya.

Meski demikian, Ihsan tetap menilai performa ketiga pasangan calon dalam debat perdana ini sudah cukup baik, meskipun masih banyak yang disampaikan secara normatif.

“Secara keseluruhan, debat ini masih bersifat konseptual dan normatif. Belum ada gagasan monumental yang benar-benar menarik perhatian,” tutup Ihsan.

Sesuai jadwal dari KPU NTB, debat kedua Pilgub NTB akan digelar pada 8 November 2024, disusul dengan debat ketiga pada 20 November 2024.

Editorial Team

Related Article