Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB)
Sadimin menjelaskan BPBD Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima serta stakeholder terkait. Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Bima dan Kota Bima melakukan asesmen dampak bencana gempa bumi.
Pihaknya juga melakukan pemantauan perkembangan dampak kejadian bencana gempa bumi. Kondisi saat ini, masih dalam pemantauan, sementara pendataan dan verifikasi lapangan terus dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kerusakan maupun dampak lain yang ditimbulkan oleh kejadian gempa.
Dia mengatakan kebutuhan mendesak bagi masyarakat berupa dukungan logistik bagi warga terdampak, terutama kebutuhan dasar seperti makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga.
Dia mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, masyarakat diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. Serta mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi.