Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bupati Sumba Barat Tinjau RSUD Waikabubak yang Rusak Pascagempa
Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)
  • RSUD Waikabubak di Sumba Barat mengalami kerusakan akibat gempa 17 Mei 2026, dan Bupati Yohanis Dade meninjau langsung kondisi bangunan bersama tim teknis dari Dinas PUPR.
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, seluruh pasien berhasil dievakuasi dengan aman sementara pelayanan kesehatan tetap dijaga agar berjalan optimal di bawah pengawasan pemerintah daerah.
  • BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5 dengan kedalaman 40 km di wilayah Loli, Sumba Barat, tergolong gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme pergerakan naik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5 mengguncang wilayah Sumba Barat dan menyebabkan kerusakan pada RSUD Waikabubak serta RS Lende Moripa, tanpa menimbulkan korban jiwa.
  • Who?
    Bupati Sumba Barat Yohanis Dade bersama tim teknis Dinas PUPR dan pimpinan OPD meninjau kerusakan; Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga memantau evakuasi pasien; BMKG melalui Dr. Wijayanto memberikan penjelasan teknis gempa.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di wilayah Loli, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, dengan dampak utama pada RSUD Waikabubak dan fasilitas kesehatan sekitar.
  • When?
    Gempa terjadi pada 17 Mei 2026 pukul 11.44 WITA, sementara peninjauan lapangan oleh Bupati dilakukan pada Jumat, 19 Juni 2026.
  • Why?
    Berdasarkan analisis BMKG, gempa disebabkan aktivitas sesar aktif yang menghasilkan pergerakan naik sehingga memicu guncangan dangkal di darat.
  • How?
    Pasien rumah sakit segera dievakuasi ke area aman seperti koridor dan halaman; pemerintah daerah melakukan pendataan kerusakan serta menyiapkan rencana renovasi untuk pemulihan layanan kesehatan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada gempa di Sumba Barat dan rumah sakit jadi rusak. Pasiennya cepat dibawa keluar supaya aman. Tidak ada orang yang meninggal atau terluka. Bupati Yohanis datang lihat rusaknya dan suruh timnya hitung apa yang perlu diperbaiki. Wakil Bupati juga datang lihat pasien. Sekarang rumah sakit mau segera diperbaiki biar bisa dipakai lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut pada 17 Mei 2026 lalu.

Kerusakan fasilitas kesehatan itu ditinjau langsung oleh Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, pada Jumat (19/6/2026), sesaat setelah kembali dari kunungan kerja di Jakarta.

Dalam peninjauan tersebut, Yohanis didampingi tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Asisten II Sekretariat Daerah Sumba Barat, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

1. Pendataan kerusakan langsung dilakukan

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)

Selain RSUD Waikabubak, gempa juga menyebabkan kerusakan pada RS Lende Moripa. Sebelumnya, Wakil Bupati Sumba Barat, Thimotius Tede Ragga, telah lebih dulu meninjau kondisi pasien yang dievakuasi keluar gedung rumah sakit pascagempa.

Yohanis meminta tim teknis segera melakukan pendataan kerusakan dan menyusun kebutuhan anggaran renovasi agar proses perbaikan dapat segera dilaksanakan.

"Kita sudah lakukan pendataan agar perbaikannya bisa segera dilaksanakan sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat berjalan dengan aman dan optimal ke depannya," ujar Yohanis.

Ia juga menjadwalkan rapat koordinasi bersama seluruh pimpinan OPD terkait untuk membahas langkah percepatan rehabilitasi fasilitas publik yang terdampak gempa.

2. Tak ada korban jiwa karena gempa

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)

Sementara itu, Wakil Bupati Thimotius Tede Ragga memastikan seluruh pasien sempat dievakuasi ke area yang lebih aman, seperti koridor dan halaman rumah sakit, setelah gempa terjadi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kerusakan ditemukan pada sejumlah dinding ruangan serta bagian interior, termasuk ruang kerja Direktur RSUD Waikabubak. Selain kerusakan struktural, sejumlah fasilitas non-struktural juga mengalami kerusakan.

"Kami memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini. Pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan pengawasan ketat agar masyarakat tetap terlayani," kata Thimotius.

3. Jenis gempa dangkal

Bupati dan Wakil Bupati Sumba Barat Daya tinjau kerusakan gedung dan keadaan pasien Rumah Sakit Umum Daerah Waikabubak. (Dok Prokopim Sumba Barat)

Diketahui, gempa bumi tersebut awalnya tercatat berkekuatan Magnitudo 5,0 dan diperbarui menjadi Magnitudo 4,8. Gempa terjadi pada pukul 11.44.16 WITA dengan pusat gempa berada di darat, sekitar 7 kilometer tenggara Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, pada kedalaman 40 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

"Gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik," jelasnya.

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. Intensitas guncangan tercatat mencapai skala V-VI MMI di Loli, V MMI di Waikabubak, IV MMI di sebagian wilayah Waikabubak, III-IV MMI di Tambolaka, serta II-III MMI di Waingapu.

Editorial Team

Related Article