Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bima Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Alam selama 14 Hari

Kab. Bima
Bima Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Alam selama 14 Hari
Foto kondisi banjir rendam pemukiman warga di Kecamatan Bolo Kabupaten Bima beberapa hari yang lalu (Dok/Istimewa)
Share Article

Bima, IDN Times - Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan status darurat bencana banjir dan longsor. Status ini ditetapkan selama 14 hari, terhitung mulai 24 Desember 2024 hingga 6 Januari tahun 2025 mendatang.

"Iya benar ditetapkan selama 14 hari, mulai ditetapkan sejak 24 Desember kemarin," kata Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, Isyra dikonfirmasi Jumat (27/12/2024).

1. Agar penanganan terarah

Foto satu pohon tumbang di pinggir jalan Desa Darussalam Kecamatan Bolo Kabupaten Bima (Dok/Istimewa)
Foto satu pohon tumbang di pinggir jalan Desa Darussalam Kecamatan Bolo Kabupaten Bima (Dok/Istimewa)

Menurut dia, status tanggap darurat ini ditetapkan agar penanganan bencana banjir dan longsor bisa terarah. Mengingat, setiap hujan turun wilayah Bima hingga saat ini kerap diterjang banjir bandang.

"Setiap hujan turun selalu terjadi banjir sampai sekarang, asalkan hujan turun. Terutama pada wilayah tertentu yang sebelumnya terendam banjir," terang dia.

2. Bahas dengan pemerintah provinsi soal pemicu banjir

Foto kondisi banjir di Kecamatan Lambu (Dok/Istimewa)
Foto kondisi banjir di Kecamatan Lambu (Dok/Istimewa)

Isyra mengatakan, usai penetapan status tanggap darurat bencana, pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga pusat. Rencananya, pemerintah provinsi akan salurkan bantuan logistik untuk para korban yang terdampak.

"Kami juga telah bahas dengan pemerintah provinsi terkait penanganan sumber permasalahan banjir, terutama wilayah yang ada di Kecamatan Lambu. Karena di sana sistem drainasenya belum baik, sehingga menimbulkan banjir," bebernya.

Selain itu, Isyra belum bisa pastikan total kerugian akibat banjir dan longsor dalam beberapa hari terakhir. Karena sampai saat ini tim BPBD masih melakukan pendataan kerusakan di lapangan.

"Belum bisa kami pastikan angka kerugian akibat banjir, saat ini tim masih pendataan di lapangan," jelasnya.

3. Banjir sebelumnya membuat 2.206 KK terdampak

Foto kondisi banjir di Kecamatan Lambu (Dok/Istimewa)
Foto kondisi banjir di Kecamatan Lambu (Dok/Istimewa)

Isyra menghimbau warga Bima agar selalu waspada, mengingat saat ini sedang berlangsung cuaca ekstrim seperti banjir, tanah longsor, angin puting beliung, dan bencana alam lainnya.

"Jika terjadi bencana, kami imbau masyarakat agar segera melaporkan ke Babinsa, Babinkantibmas atau kantor desa masing-masing," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, banjir bandang menerjang Kabupaten Bima usai diguyur hujan lebat, Senin sore (23/12/2024). Sebanyak 8 desa yang menyebar di Kecamatan Sanggar dan Lambu terendam.

Dari 8 desa itu, sebanyak 2.206 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Kemudian satu rumah warga yang terletak di bantaran sungai hanyut terbawa arus. Dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 2.206 dan satu rumah warga hanyut terbawa arus banjir.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More