Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

BGN Cabut Suspend 234 SPPG di NTB, Menu MBG Harus Gugah Selera Makan

BGN Cabut Suspend 234 SPPG di NTB, Menu MBG Harus Gugah Selera Makan
Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya Sih
  • BGN mencabut suspend 234 dari total 360 SPPG di NTB setelah perbaikan SLHS dan IPAL, sementara 126 SPPG lainnya masih menunggu pencabutan.
  • SPPG diminta meningkatkan kualitas layanan dengan menyajikan menu MBG yang menggugah selera agar penerima manfaat mau mengonsumsi makanan bergizi tersebut.
  • BGN menekankan pentingnya pasokan bahan baku dapur MBG berasal dari produksi lokal NTB tanpa mengganggu harga pasar, terutama untuk beras, sayur, dan buah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Mataram, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) telah mencabut suspend atau penghentian sementara operasional sebanyak 234 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Pencabutan suspend dilakukan setelah SPPG melakukan perbaikan pelayanan terutama terkait pemenuhan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Namun, masih ada 126 SPPG yang belum dicabut suspend-nya oleh BGN. Total jumlah SPPG di NTB yang kena suspend beberapa waktu lalu sebanyak 360 SPPG. Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Fathul Gani mengatakan dengan kembali beroperasinya 234 SPPG di NTB, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana prasarana dan layanan.

"Sudah ada tiga tahapan (pencabutan suspend SPPG). Tahap pertama yang dibuka itu sekitar 28 SPPG, kemudian tahap kedua 96 SPPG, dan tahap ketiga cukup besar 110 SPPG," sebut Fathul dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (18/4/2026).

1. Masih ada 126 SPPG yang kena suspend

IMG_20260119_172127_146.jpg
Ilustrasi siswa mendapatkan MBG pada salah satu sekolah di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Fathul mengatakan masih ada 126 SPPG yang belum dicabut suspend-nya oleh BGN. Ratusan dapur makan bergizi gratis (MBG) itu masih dalam proses pengurusan SLHS dan penyempurnaan IPAL. Diharapkan ratusan SPPG yang masih kena suspend, segera mempercepat pengurusan SLHS dan penyempurnaan IPAL.

Sehingga, semua SPPG di NTB yang berjumlah 779 beroperasi maksimal. "Target kita April ini seluruh SPPG yang berjumlah 779 yang ada untuk saat ini bisa operasional secara maksimal," harapnya.

2. Menu yang disajikan SPPG harus menggugah selera makan penerima manfaat

IMG-20260214-WA0036.jpg
Paket MBG makanan kering untuk siswa SDN 34 Ampenan Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Sesuai arahan BGN, fokus ke depan adalah peningkatan kualitas sarana prasarana dan layanan SPPG. Hal itu berkaitan dengan kualitas menu, ketepatan waktu distribusi dan menu yang disajikan dapat dinikmati oleh penerima manfaat.

"Karena saat ini kan banyak kita dengar informasi, ada (penerima manfaat) yang tidak mau makan MBG. Harapan kita ini ke depan, menu yang disajikan harus menggugah selera penerima manfaat. Sehingga harapan kita dengan kandungan angka kecukupan gizi yang mereka dapatkan itu betul-betul bermanfaat," ujar Fathul.

Menurutnya, menu MBG yang diberikan kepada penerima manfaat bukan barang gratis. Tetapi negara mengeluarkan dana yang cukup besar untuk program ini dengan membeli makanan yang sudah diolah oleh SPPG.

SPPG juga diminta menerima saran dari pihak sekolah terkait menu yang disajikan dan akan diberikan kepada siswa sebagai penerima manfaat. Sehingga, menu MBG yang diberikan habis dikonsumsi oleh penerima manfaat.

"Konsumen harus diperhatikan dong apa yang menjadi sarannya. Ini dibeli sebenarnya, cuma uangnya dari negara. Jadi konsumen itu berhak memberikan saran," tegas Asisten I Setda NTB itu.

3. BGN minta suplai bahan baku dapur MBG tercukupi

IMG-20260313-WA0027.jpg
Ilustrasi dapur MBG di NTB. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Fathul menambahkan bahwa BGN meminta suplai kebutuhan bahan baku dapur MBG dapat tercukupi dari produksi lokal NTB. Suplai bahan baku MBG diharapkan jangan sampai mengganggu mekanisme pasar yang menyebabkan harga kebutuhan pokok lainnya meningkat.

"Jadi pada intinya BGN ingin memastikan bahwa bahan kebutuhan untuk pemenuhan kebutuhan dapur SPPG yang ada di NTB ini bisa tercukupi oleh produksi lokal, baik itu menyangkut beras, sayur-sayuran, termasuk buah, telur, dan sebagainya," kata mantan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB itu.

Untuk pasokan beras, kata Fathul, sangat mencukupi di NTB karena dalam kondisi surplus. SPPG diminta lebih banyak menyerap beras dari petani, sehingga akan berdampak terhadap peningkatan nilai tukar petani (NTP). Namun, suplai buah-buahan untuk dapur MBG masih kurang. Namun dapur MBG diminta mengoptimalkan pembelian buah melon dari petani di NTB.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More