Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Beberapa Jemaah Haji Asal Bima Demensia, Ada yang Ingin Cepat Pulang

Beberapa Jemaah Haji Asal Bima Demensia, Ada yang Ingin Cepat Pulang
Ilustrasi jemaah haji (dok. Angkasa Pura I)
Share Article

Bima, IDN Times - Beberapa jemaah haji lanjut usia (lansia) asal Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengalami demensia dan risiko penyakit tinggi. Bahkan presentasi mereka yang menderita hal itu mencapai angka 75 persen dari total jumlah jemaah lansia yang diberangkatkan.

"Tidak menutup kemungkinan juga jemaah bisa tersesat. Makanya kita sekarang tingkatkan pengawasan," ungkap Ketua Kelompok Terbang (Kloter) 6 CJH Kabupaten Bima, Fhaturrahman dikonfirmasi, Selasa (27/6/2023).

1. Merasa sedang berada di rumah

Musicandmemory.org
Musicandmemory.org

Rata-rata gejala demensia yang mereka alami seperti merasa seperti sedang ada di rumah. Termasuk ada juga yang ingin pulang kampung untuk melakukan aktivitas di rumah masing-masing. 

"Makanya sekarang kami saat ini rutin dan satu per satu melakukan visitasi terhadap jemaah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi," bebernya.

2. Mengalami batuk dan pilek

ilustrasi batuk-batuk setelah berolahraga (advanceer.com)
ilustrasi batuk-batuk setelah berolahraga (advanceer.com)

Selain mengalami demensia, jemaah juga sebagian besar menderita batuk dan pilek. Hal ini akibat dari pengaruh cuaca yang cukup panas yang mencapai 42 hingga 45 derajat celsius. 

"Kemungkinan adaptasi dan pengaruh suhu panas. Karena suhu panasnya capai 42 hingga dengan 45 derajat celsius," terang dia.

3. Jemaah tidak dianjurkan ibadah di luar penginapan

Masjidi Haram, Makkah, mulai dibuka untuk salat bagi warga Arab Saudi sejak ditutup karena pandemik COVID-19, tujuh bulan lalu, Minggu (18/10/2020). (ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS/pras.)
Masjidi Haram, Makkah, mulai dibuka untuk salat bagi warga Arab Saudi sejak ditutup karena pandemik COVID-19, tujuh bulan lalu, Minggu (18/10/2020). (ANTARA FOTO/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS/pras.)

Untuk itu, para jemaah untuk sementara waktu tidak dianjurkan dianjurkan untuk melaksanakan ibadah salat di luar hotel yang menjadi tempat penginapan. Termasuk juga di Masjidil Haram. 

"Untuk menjaga kesehatan jemaah dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita ingatkan mereka untuk melaksanakan salat di hotel," tandanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Mengenal Slow Productivity agar Tidak Burnout dan Tetap Efektif

15 Jun 2026, 22:30 WIBNews