Polisi saat melakukan pengamanan unjuk rasa mahasiswa di depan gedung DPRD NTB. (dok. Polresta Mataram)
Aksi unjuk rasa mahasiswa itu terdiri dari beberapa elemen. Antara lain HIMMAH NWDI Cabang Mataram, BEM UIN Mataram, dan BEM Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) dengan massa aksi lebih dari 1.000 orang.
Aksi ribuan mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM itu sempat memanas. Antara massa aksi dan polisi saling dorong. Aksi yang berlangsung di depan gerbang gedung DPRD NTB ini merupakan aksi unjuk rasa dihari ketiga kalinya pasca keputusan kenaikan harga BBM subsidi.
Aksi di depan Kantor DPRD NTB itu dipantau langsung Kapolda NTB Irjen Pol Djoko Poerwanto bersama beberapa PJU Polda NTB. Seperti Karoops Polda NTB, Dir Samapta, dan Sat Brimob, Dir Intelkam dan Dir Lantas bersama Kapolsek jajaran Polresta Mataram.
Mustofa menjelaskan aksi unjuk rasa di hari ketiga ini cukup memanas sehingga aksi saling dorong pun tidak bisa dihindari. Massa pendemo terlihat semakin berani melakukan lemparan dan lain sebagainya. Akan tetapi pasukan pengamanan dari Polresta Mataram dan Polda NTB tetap mengimbanginya dengan santun dan penuh keakraban.
Ada 3 mahasiswa terpaksa harus diakukan tindakan pengamanan oleh polisi guna menjaga dan mengendalikan aksi demo berjalan lancar mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Pengamanan 3 mahasiswa tidak begitu lama, terlihat massa aksi mulai tertib, dan ketiga mahasiswa yang diamankan tersebut dikembalikan lagi ke tengah barisan massa aksi.
Sekitar pukul 13:00 Wita, para demonstran sudah terlihat membubarkan diri. Masing-masing kelompok mahasiswa mengkoordinir rekannya untuk segera membubarkan diri.