Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jalan Rusak, Ibu Melahirkan di Lombok Barat ini Ditandu Pakai Kain

Jalan Rusak, Ibu Melahirkan di Lombok Barat ini Ditandu Pakai Kain
Ibu hamil yang digotong pakai tandu dari kain sarung di Dusun Bunut Boyot Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat. (dok. Zulfahmi)
Share Article

Lombok Barat, IDN Times - Sejumlah warga Dusun Bunut Boyot Desa Bengkaung Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, menggotong ibu hamil yang akan melahirkan ke Puskesmas menggunakan kain sarung. Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi tetapi sudah berulangkali.

Warga Dusun Bunut Boyot Desa Bengkaung, Zulfahmi yang dikonfirmasi IDN Times, Kamis (8/9/2022) mengatakan warga terpaksa menggotong ibu hamil yang akan melahirkan menggunakan tandu kain sarung karena akses jalan yang buruk. Akses jalan menuju dusun pelosok itu cukup sempit dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

"Jalannya hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Tetapi kalau kita pakai kendaraan roda dua mengangkut orang yang baru melahirkan, gak mungkin juga. Karena baru habis dioperasi," kata Zulfahmi.

1. Akses jalan sempit dan licin

Warga menggotong ibu hamil yang akan melahirkan ke Puskesmas. (dok. Zulfahmi)
Warga menggotong ibu hamil yang akan melahirkan ke Puskesmas. (dok. Zulfahmi)

Zulfahmi menjelaskan warga lebih memilih menggotong warga yang melahirkan menggunakan tandu kain sarung daripada menggunakan kendaraan roda dua. Karena menggunakan kendaraan roda dua juga sulit.

Apalagi, kondisi jalan yang sempit dan licin ketika musim hujan. Akses jalan menuju Dusun Bunut Boyot Desa Bengkaung berupa jalan setapak.

"Setiap ada orang melahirkan atau sakit kita harus gotong pakai tandu. Puskesmas ada tapi jaraknya jauh dari tempat warga. Jarak dari dusun ke jalan aspal 1 km," terang Zulfahmi.

2. Pernah ada bayi meninggal sebelum dilahirkan

source_name
source_name

Zulfahmi menuturkan dulu pernah ada bayi yang meninggal dunia sebelum dilahirkan karena akses jalan yang sulit. Sebelum jalan itu dirabat seperti saat ini, dulu jarak antara Dusun Bunut Boyot dengan jalan aspal sampai 5 km.

Disebutkan jumlah warga di Dusun Bunut Boyot sekitar 120 KK atau kurang lebih 300 jiwa. Pasca kejadian beberapa hari lalu, kata Zulfahmi, belum ada pejabat yang turun meninjau akses jalan yang masih sulit tersebut.

"Dulu pernah sekali ada pejabat yang datang. Ketika masuk berita, ada yang datang," tuturnya.

3. Warga berharap jalan diaspal

ilustrasi jalan aspal (pixabay.com/blickpixel)
ilustrasi jalan aspal (pixabay.com/blickpixel)

Warga Dusun Bunut Boyot berharap Pemda Lombok Barat atau Pemerintah Provinsi NTB untuk mengaspal jalan menuju dusun tersebut. Sehingga, ketika ada warga yang sakit atau melahirkan, lebih cepat dibawa ke Puskesmas.

"Kita sangat membutuhkan akses jalan yang memudahkan ketika ada yang melahirkan atau sakit. Ketika ambulans belum bisa masuk kita bisa pakai kendaraan bak terbuka. Kalau sekarang jalannya licin dan dekat jurang. Kalau musim hujan begini masyarakat takut turun," tuturnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Muhammad Nasir
Linggauni -
EditorLinggauni -

Latest News NTB

See More

Beberapa Sisi Gelap Manusia yang Tidak Terucap dalam Keseharian

07 Jun 2026, 17:00 WIBNews