Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Banjir Terjang 2 Desa di Bima, Ternak dan Gabah Ikut Hanyut

Banjir Terjang 2 Desa di Bima, Ternak dan Gabah Ikut Hanyut
Kondisi di Desa Tolouwi saat terendam banjir bandang (Dok/Istimewa)
Share Article

Bima, IDN Times - Banjir bandang terjang Desa Tolouwi dan Tolotangga di Kecamatan Monta Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (5/3/2024). Bencana alam ini merendam puluhan rumah warga, pupuk, hingga gabah dan sejumlah ternak hanyut terseret arus. 

"Hujan deras mengguyur sebagian wilayah Kecamatan Monta menyebabkan banjir di Desa Tolo Uwi dan Desa Tolotangga," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, M Nurul Huda dikonfirmasi Selasa malam (5/3/2024).

1. Tanaman padi siap panen rusak diterjang banjir

Ilustrasi Petani panen padi  (IDN Times/Muhammad Nasir)
Ilustrasi Petani panen padi (IDN Times/Muhammad Nasir)

Dari data sementara, di Desa Tolouwi terdapat 12 rumah warga terendam banjir setinggi paha orang dewasa. Kemudian seekor sapi dan tiga ekor kambing serta beberapa sak pupuk dan empat karung gabah terseret arus.

"Ada beberapa warga yang mengalami kerugian, karena fasilitas elektronik dan barang berharga lain terendam air," terangnya.

Selain itu, dua petak sawah berisi tanaman padi siap panen dilaporkan rusak diterjang banjir. Terhadap kerusakan pertanian ini akan dilaporkan ke Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertanbun) Kabupaten Bima.

2. Banjir akibat dari luapan air sungai

Kondisi banjir saat rendam permukiman warga setempat (Dok/Istimewa)
Kondisi banjir saat rendam permukiman warga setempat (Dok/Istimewa)

Sementara di Desa Tolotangga, banjir tidak hanya merendam pemukiman warga di bantaran sungai. Tapi juga merendam lahan pertanian dan saat ini masih dilakukan pendataan lebih lanjut oleh pemerintah desa (Pemdes) setempat.

"Di sana hanya 5 rumah yang terendam di sekitar bantaran sungai," bebernya.

Banjir menerjang pemukiman warga Desa Tolotangga akibat dari luapan air sungai setempat. Persoalan ini akan disampaikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Supaya bisa menekan terjadinya banjir. Mungkin jika sungai dilebarkan, banjir tidak sampai meluap ke pemukiman seperti ini," jelasnya.

3. Bantuan tanggap darurat belum diturunkan

Ilustrasi beras premium.(IDN Times/Daruwaskita)
Ilustrasi beras premium.(IDN Times/Daruwaskita)

Nurul Huda mengatakan, tidak ada pengungsian akibat banjir dua desa tersebut. Hingga malam, para korban terdampak masih membersihkan sisa material bawaan banjir seperti lumpur dan ranting-ranting pohon.

"Saat ini mereka masih melakukan pembersihan," katanya.

Sementara bantuan tanggap darurat terhadap korban, pihaknya sudah berkoordinasi dengan OPD terkait. Harapannya, logistik agar segera disalurkan ke para korban.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Juliadin JD
Linggauni -
Juliadin JD
EditorJuliadin JD

Latest News NTB

See More

Gubernur Iqbal Ungkap Alasan Tak Temui Massa Aksi Tolak MBG

24 Jun 2026, 17:39 WIBNews