Memutuskan resign tanpa memiliki pekerjaan baru memang terdengar berisiko. Gak heran kalau banyak orang memilih bertahan meski sudah merasa lelah atau gak lagi menikmati pekerjaannya. Di sisi lain, ada kondisi tertentu yang membuat keputusan untuk berhenti justru menjadi pilihan yang lebih baik daripada terus memaksakan diri. Tentu keputusan ini tetap perlu dipertimbangkan secara matang, bukan sekadar mengikuti emosi sesaat.
Resign tanpa backup plan bukan berarti kamu mengabaikan masa depan. Justru, keputusan tersebut bisa diambil setelah melihat berbagai kondisi yang menunjukkan bahwa bertahan sudah gak lagi memberikan manfaat. Selama kamu memahami konsekuensinya dan sudah mempersiapkan langkah berikutnya, resign bisa menjadi awal dari perubahan yang positif. Nah, kalau masih ragu, berikut tujuh tanda kamu siap resign meski belum punya backup plan.
