393 JCH Asal Lotim Diterbangkan ke Arab Saudi, Dua Gagal Berangkat

Mataram, IDN Times - Sebanyak 393 Jemaah Calon Haji (JCH) kloter 1 Embarkasi Lombok asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dilepas Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Asrama Haji NTB, Selasa malam (21/4/2026). Para jemaah haji selanjutnya dibawa ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok.
Ratusan JCH diterbangkan ke Arab Saudi dari BIZAM Lombok menuju Madinah menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada Rabu dini hari pukul 02.50 WITA. Pada pemberangkatan perdana ini, dua JCH asal Lotim gagal berangkat ke Tanah Suci.
"Dua orang terpaksa tidak dapat berangkat dalam rombongan karena sedang perawatan di rumah sakit provinsi NTB. Namun sebagai penggantinya ada dua orang jemaah lain sudah dipersiapkan bergabung dalam kloter I," kata Kepala Kanwil Kemenhaj NTB Lalu Muhammad Amin di Mataram, Selasa malam (21/4/2026).
1. Penyebab dua jemaah haji gagal berangkat

Amin mengungkapkan penyebab dua jemaah haji yang gagal diberangkatkan pada kloter 1 Embarkasi Lombok. Satu orang mengalami patah tulang, dan satu lagi karena diabetes atau penyakit gula darah.
Kedua jemaah tersebut telah masuk di Asrama Haji Embarkasi Lombok pada Selasa (21/4/2026). Namun, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas kesehatan, kedua jemaah itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB.
2. Jemaah yang patah tulang ditunda naik haji tahun 2026

Untuk jemaah haji yang mengalami patah tulang, dipastikan ditunda keberangkatannya pada tahun ini. Namun, untuk jemaah haji yang dirawat karena penyakit gula darah, kemungkinan dapat diberangkatkan pada kloter berikutnya.
"Kalau yang satu mungkin bisa diberangkatkan, sekarang masih dalam proses perawatan. Apabila nanti sampai di kloter terakhir ada perubahan dalam proses pengobatannya, iya dapat diberangkatkan kembali," jelas Amin.
Amin menjelaskan satu jemaah yang mengalami patah tulang direkomendasikan ditunda berangkat. Petugas kesehatan menyatakan jemaah tersebut tidak layak terbang karena dikhawatirkan apabila terjadi goncangan akan berpengaruh pada kondisi kesehatannya.
3. Jemaah haji NTB terbagi dalam 15 kloter

Amin menyebutkan jumlah jemaah haji reguler asal NTB tahun 2026 sebanyak 5.798 orang. Ribuan jemaah haji NTB itu terbagi dalam 15 kloter. Amin mengungkapkan persiapan haji tahun 2026, ada perbedaan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada tahun ini, persiapan telah dilakukan jauh lebih matang. Dari verifikasi dokumen dan proses pengajuan visa jemaah haji telah selesai sebelum Ramadan. Begitu juga manasik haji dan penentuan kloter, selesai sebelum Ramadan.
"Kemudian juga pelaksanaan untuk penentuan petugas pun juga sudah sebelum Ramadan. Sehingga ini memberikan kelonggaran kepada jemaah dan memiliki waktu untuk memastikan kesehatan dan menjaga kesehatannya sampai keberangkatan," kata dia.


















