Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Bupati Lombok Barat Ditangkap KPK, Gubernur NTB: Benahi Total Birokrasi!
Tiga Bupati Lombok Barat yang pernah ditangkap KPK masing-masing Iskandar, Zaini Arony dan Lalu Ahmad Zaini. (dok. Istimewa)
  • Tiga Bupati Lombok Barat, termasuk Lalu Ahmad Zaini, ditangkap KPK atas dugaan korupsi, memicu seruan pembenahan total birokrasi dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
  • Wakil Bupati Nurul Adha diminta memimpin sementara dan menjadi garda terdepan dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan agar praktik korupsi tak terulang di Lombok Barat.
  • Dalam OTT terhadap Bupati Lalu Ahmad Zaini, KPK mengamankan 19 orang serta menyita uang ratusan juta rupiah dan dokumen penting untuk penyelidikan lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2 Juni 2008

Bupati Lombok Barat Iskandar ditahan KPK terkait kasus korupsi tukar guling tanah bekas kompleks Kantor Pemda Lombok Barat dengan lahan milik PT Varindo Lombok Inti di Giri Menang, Gerung.

2009

Perkara korupsi yang menjerat Iskandar dihentikan karena kondisi kesehatannya yang sakit.

12 Desember 2014

Bupati Lombok Barat Zaini Arony ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus pemerasan terkait izin pengembangan kawasan wisata di Lombok Barat.

20 Juli 2026

KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini usai nonton bareng final Piala Dunia 2026. Sebanyak 19 orang diamankan dan ruang kerja bupati serta Kepala Dinas PUPR disegel.

21 Juli 2026

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan perlunya pembenahan total birokrasi di Lombok Barat dan meminta Wakil Bupati Nurul Adha memimpin upaya perbaikan sementara roda pemerintahan tetap berjalan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan terhadap Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini dan sejumlah pihak, serta menyegel beberapa ruangan di kantor Pemkab Lombok Barat.
  • Who?
    Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini, 18 orang lainnya yang turut diamankan KPK, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha.
  • Where?
    Penangkapan berlangsung di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Pemeriksaan lanjutan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
  • When?
    Operasi tangkap tangan dilakukan pada Senin malam, 20 Juli 2026, setelah kegiatan nonton bareng final Piala Dunia. Pernyataan Gubernur NTB disampaikan pada Selasa, 21 Juli 2026.
  • Why?
    KPK menduga adanya praktik korupsi yang melibatkan pejabat Pemkab Lombok Barat. Gubernur NTB menilai kejadian ini menunjukkan perlunya pembenahan total birokrasi di daerah tersebut.
  • How?
    KPK mengamankan total 19 orang dalam operasi tangkap tangan, menyita uang ratusan juta rupiah serta dokumen terkait. Tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penangkapan Bupati Lombok Barat oleh KPK memunculkan momentum penting bagi pembenahan menyeluruh birokrasi daerah. Gubernur NTB menegaskan komitmen untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, sementara roda pemerintahan tetap berjalan di bawah kepemimpinan Wakil Bupati. Situasi ini menunjukkan kesiapan aparat daerah menjaga stabilitas dan menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran berharga menuju tata kelola yang lebih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mataram, IDN Times - Kepala daerah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat (NTB) sering menjadi 'pasien' Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tercatat, sudah tiga Bupati Lombok Barat yang ditangkap komisi antirasuah tersebut.

Mulai dari Bupati Lombok Barat Iskandar, Zaini Arony dan sekarang Lalu Ahmad Zaini. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan perlunya pembenahan birokrasi secara total di Lombok Barat agar kejadian serupa tak terulang kembali.

"Ini berarti menunjukkan bahwa birokrasi di Lombok Barat memang perlu pembenahan total," kata Iqbal dikonfirmasi di Mataram, Selasa (21/7/2026).

1. Wabup diharapkan menjadi garda terdepan lakukan pembenahan birokrasi di Lombok Barat

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Usai penangkapan Bupati Lombok Barat Lali Ahmad Zaini, Iqbal mengatakan roda pemerintahan tetap berjalan. Untuk sementara, Wakil Bupati Lombok Barat Nurul Adha menjalankan roda pemerintahan di Lombok Barat.

"Saya harapkan sementara ini yang menjalankan tugas di sana Ibu Wakil Bupati, bisa berada di garis terdepan dalam upaya untuk pembenahan ini," harap Iqbal.

Dia mengatakan peristiwa yang terjadi di Lombok Barat menjadi pelajaran bagi pejabat di Pemda kabupaten/kota dan provinsi. Semua pejabat diminta harus memastikan tata kelola pemerintahan yang baik.

"Kita harus pastikan tata kelola yang baik, good governance dan kita niatkan ini yang terakhir kita saksikan. Kita tidak ingin ada kejutan-kejutan seperti ini yang lainnya," tambahnya.

2. Deretan Bupati Lombok Barat yang pernah ditangkap KPK

Kantor Bupati Lombok Barat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bupati Lombok Barat pertama yang pernah ditangkap KPK adalah Iskandar. Dia ditahan oleh KPK pada 2 Juni 2008 terkait kasus korupsi tukar guling bekas kompleks Kantor Pemda Lombok Barat dengan sebidang tanah milik PT Varindo Lombok Inti di Giri Menang, Gerung, Lombok Barat.

Iskandar merupakan Bupati Lombok Barat yang menjabat selama dua periode, yakni tahun 1999 - 2008 dan sempat menjabat kembali pada periode 2008 - 2009. Perkaranya dihentikan pada 2009 karena kondisinya yang sakit.

Bupati Lombok Barat kedua yang ditangkap KPK adalah Zaini Arony. Dia merupakan Bupati Lombok Barat dua periode, yakni 2009-2014 dan 2014-2019. Zaini Arony ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terkait proses permohonan izin pengembangan kawasan wisata di Lombok Barat pada 12 Desember 2014.

Selanjutnya, Bupati Lombok Barat ketiga yang ditangkap KPK adalah Lalu Ahmad Zaini. Bupati Lombok Barat periode 2025-2030 itu terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Senin (20/7/2026) usai nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026.

3. KPK amankan 19 orang saat OTT Bupati Lombok Barat

Pemeriksaan sejumlah pejabat termasuk Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini oleh KPK di Mako Brimob Polda NTB, Senin (20/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menyita sejumlah bukti seperti uang ratusan juta rupiah dan menyita sejumlah dokumen terkait lainnya. KPK awalnya menangkap 19 orang.

Dari jumlah tersebut, tujuh orang dibawa ke Jakarta untuk diperiksa, termasuk Bupati Lalu Ahmad Zaini. Dari 19 orang yang diamankan, tujuh orang dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya, KPK telah menyegel ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini. Selain itu, KPK juga menyegel ruang kerja Kepala Dinas PUPR Lombok Barat Lalu Ratnawi.

Pj Sekda Lombok Barat Akhmad Saikhu, Senin (20/7/2026) menjelaskan Bupati, Wakil Bupati, pejabat Pemkab Lombok Barat dan masyarakat sebelumnya menggelar nonton bareng (nobar) final Piala Dunia pada Senin (20/7/2026) hingga subuh. Setelah selesai nobar, semua pulang ke rumah masing-masing.

Dia sendiri mengaku terlambat masuk kantor dan datang pada pukul 08:00 WITA. Sesampainya di kantor, ruangan kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini sudah disegel KPK.

Curated For You

Editorial Team

Related Article