Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Tiba di Sikka, Dedi Mulyadi Jemput 13 LC Korban Eksploitasi di NTT
Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)
  • Kang Dedi Mulyadi memulangkan 13 wanita asal Jawa Barat korban eksploitasi di Pub Eltras, Maumere, NTT, sambil memastikan kondisi kesehatan dan proses hukum tetap berjalan.
  • Masih ada 11 wanita yang memilih bertahan di pub tersebut, termasuk dua yang sedang hamil; koordinasi dilakukan dengan tim PPA Polda NTT dan Polres Sikka untuk penanganan lanjutan.
  • Para korban mengaku dijanjikan gaji tinggi namun justru dieksploitasi, dikenai denda besar, dipaksa melayani tamu, serta mengalami kekerasan fisik dan psikologis selama bekerja di pub itu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjemput dan memulangkan 13 wanita asal Jabar yang menjadi korban dugaan eksploitasi di Pub Eltras, Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.
  • Who?
    Dedi Mulyadi bersama Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) dan aparat kepolisian PPA Polda NTT serta Polres Sikka menangani pemulangan dan proses hukum para korban.
  • Where?
    Peristiwa berlangsung di Pub Eltras, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur; pemulangan dilakukan menuju Jawa Barat.
  • When?
    Dedi Mulyadi tiba di Sikka pada Senin, 23 Februari 2026, untuk memastikan kondisi para korban sebelum dipulangkan ke daerah asal mereka.
  • Why?
    Pemulangan dilakukan karena adanya dugaan eksploitasi kerja dan kekerasan terhadap para pekerja wanita serta permasalahan ketenagakerjaan yang sedang ditangani secara hukum.
  • How?
    Dedi Mulyadi berkoordinasi dengan TRUK-F dan aparat setempat untuk memastikan kesehatan korban, memfasilitasi perjalanan pulang, serta melanjutkan proses hukum bagi pihak yang terlibat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Kang Dedi Mulyadi atau KDM menjemput 13 Ladies Companion (LC) yang sebelumnya melaporkan kasus eksploitasi di Pub Eltras, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

KDM tiba di Sikka pada Senin, (23/2/2026) dan langsung memastikan kesehatan dan kondisi mantan pemandu lagu tersebut. KDM juga bertemu langsung dengan Suster Ika selaku Koordinator Tim Relawan Untuk Kemanusiaan Flores (TRUK-F) yang menyelamatkan para wanita asal Jabar ini.

1. Proses hukum tetap berjalan

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)

KDM pada saat yang sama memastikan penanganan perkara sedang berlangsung meskipun para pekerja wanita tersebut dipulangkan kembali ke Jabar.

"Mereka hari ini pulang dulu kemudian setelah itu mereka akan kembali berdasarkan kebutuhan penanganan perkara tersebut," sebut KDM.

Alasannya memulangkan mereka, kata KDM, karena adanya masalah ketenagakerjaan hingga dengan kasus-kasus kekerasan.

"Nanti kita lihat dulu hutangnya diakibatkan untuk apa. Jadi sebelum mereka membayangkan hutangnya, apa sih kewajiban perusahaan terhadap mereka sudah dipenuhi atau belum," kata dia.

2. Masih ada LC lainnya di pub

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)

KDM juga menanggapi 11 perempuan lainnya yang masih bertahan di pub tersebut. Menurut dia pilihan atau pulang atau bertahan tergantung kembali dengan keinginan mereka lagi.

"Saya dengar ada dua yang dalam keadaan hamil. Nanti kita identifikasi dan koordinasi saya dengan tim PPA Polda NTT dan Polres Sikka. Tergantung mereka mengin ginkan atau tidak," kata dia lagi.

Sementara ini, ia memastikan 13 LC yang dipulangkannya akan kembali ke rumah mereka masing-masing. Ia yakin polres dan kejaksaan mampu menangani perkara ini dengan baik.

3. Pengaduan korban

Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi tiba di Sikka. (Dok Istimewa)

Sebelumnya Suster Ika mengungkap para korban diiming-imingi gaji Rp8 juta per bulan, mess gratis, pakaian, dan fasilitas kecantikan. Rupanya korban malah membayar sewa mess Rp300 ribu per bulan, diberi makan sekali sehari dan air mineral pun harus dibeli Rp 50 ribu dari karyawan pub hingga dilarang keluar pub.

Para korban juga mengaku didenda berat seperti Rp2,5 juta jika menolak melayani kebutuhan seksual tamu. Denda lainnya seperti Rp2,5 juta untuk adu mulut hingga Rp5 juta bila merusak fasilitas.

"Kadang upah bersih yang kami terima hanya ratusan ribu karena potongan kasbon yang manipulatif," ujar M, salah seorang korban.

Tidak hanya itu, beberapa bukti menunjukan mereka mengalami kekerasan fisik seperti mulai dijambak, diludahi, ditampar, diseret, dipukul, dan dicekik hingga memar. Salah satu korban, S, hampir diperkosa tapi diancam denda jika melawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team