Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Teriakan Mahasiswa Ini Buat Mentan Perintah Bulog Buka Gudang di Alor
Mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, menyampaikan langsung kesulitan warga Alor membeli beras yang mahal. (Instagram.com/Andi Amran Ismail)
  • Mahasiswa Undip Adriano Padama menyampaikan harga beras di pedalaman Alor dapat mencapai Rp25.000-Rp30.000 per kilogram saat krisis dan distribusi terganggu.
  • Produksi beras lokal Alor hanya memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan tahunan 24.000-27.000 ton, sementara pasokan laut rentan terhambat cuaca buruk.
  • Mentan Amran memerintahkan Bulog segera mengirim beras serta membangun gudang di Alor demi distribusi pangan berkelanjutan dan harga terjangkau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memerintahkan Perum Bulog mengirim beras ke Alor dan membangun gudang setelah menerima laporan tingginya harga beras dari mahasiswa.
  • Who?
    Andi Amran Sulaiman, Adriano Padama mahasiswa Hubungan Internasional Undip, Perum Bulog, serta masyarakat Kabupaten Alor terlibat dalam penanganan persoalan harga beras.
  • Where?
    Laporan disampaikan dalam kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Undip di Semarang, sedangkan pengiriman beras dan rencana pembangunan gudang ditujukan untuk Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Perintah tersebut disampaikan Kamis, 6 Agustus 2026, saat Amran menjadi pembicara pada kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru Undip Tahun Akademik 2026/2027.
  • Why?
    Harga beras di pedalaman Alor dapat mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram saat krisis dan distribusi terganggu, sementara produksi lokal hanya memenuhi sekitar 10 persen kebutuhan tahunan.
  • How?
    Adriano menyampaikan keluhan dari kursi peserta hingga dipanggil ke panggung. Amran kemudian menelepon Direktur Utama Bulog, meminta pengiriman beras segera dan pembangunan gudang di Alor.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Adriano, mahasiswa dari Alor, bilang harga beras di kampungnya mahal sekali. Kalau cuaca buruk, beras bisa sampai Rp30 ribu. Menteri Pertanian Andi Amran mendengar lalu menelepon Bulog. Ia minta beras segera dikirim ke Alor dan gudang Bulog dibangun di sana. Sekarang masalah beras Alor akan diperhatikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kupang, IDN Times - Teriakan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mendapat perhatian Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia menyampaikan mahalnya beras di daerah asalnya, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional itu sontak viral di jagat maya.

Awalnya Amran menjadi pembicara di hadapan 5.155 saat acara Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Undip Tahun Akademik 2026/2027, Kamis (6/8/2026). Pada saat yang sama Adriano berteriak dari kursi peserta untuk mendapat perhatian sang menteri hingga akhirnya dipanggil ke atas panggung. Semua keluhan mahasiswa itu ditanggapi dengan arahan pembangunan gudang dan distribusi pangan di Alor.

1. Harga beras di pedalaman bisa Rp 30 ribu per kilogram

Mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, menyampaikan langsung kesulitan warga Alor membeli beras yang mahal. (Instagram.com/Andi Amran Ismail)

Ia mengungkap harga beras di wilayah perkotaan Alor berada di kisaran Rp13.000-Rp15.000 per kilogram. Sementara di wilayah pedalaman, harga normalnya sekitar Rp17.000-Rp18.000 per kilogram yang akan melonjak hingga Rp 30 ribu bila terjadi krisis dan distribusi yang terganggu.

"Tapi kalau saat krisis yang di pedalaman itu bisa sampai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram," ujar Adriano.

Menurut Adriano produksi beras lokal hanya mampu memenuhi 10 persen dari kebutuhan beras masyarakat Alor yang mencapai sekitar 24.000-27.000 ton per tahun. Di samping itu, distribusi lewat jalur laut ke kabupaten ini dipengaruhi juga oleh iklim atau cuaca buruk yang akan mengerek harga beras.

2. Perintah bangun gudang Bulog di Alor

Mahasiswa asal Alor, Adriano Padama, menyampaikan langsung kesulitan warga Alor membeli beras yang mahal. (Instagram.com/Andi Amran Ismail)

Amran sendiri usai mendengar dan mencatat laporan Adriano itu langsung mengambil handphonenya dan menelpon Direktur Utama Perum Bulog di hadapan para mahasiswa baru Undip.

Ia memerintahkan Bulog membangun gudang di Alor dan memerintahkan pengiriman beras langsung dilakukan ke Alor saat itu juga.

"Pak Dirut, itu kabupaten Alor bisa bangun satu gudang di sana ya, harga beras di sana cukup tinggi, oke? Kirim utusannya. Kirim beras ke sana dulu. Hari ini ya," kata Amran sambil menelpon sesuai video viral yang beredar.

Amran lalu memastikan kepada Adriano saat itu juga kesulitan masyarakat di Alor tentang harga beras akan jadi atensinya.

"Sudah tadi kepada Dirut tadi, kalau tidak ada gudang di sana kita bangun gudang di sana kemudian hari ini kita kirim beras ke sana," tukasnya.

3. Pastikan akses pangan yang sama di daerah

Bulog Minta Mitra Penggilingan Jaga Mutu Cadangan Beras. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Amran dalam postingan di akun instagram miliknya memuji keberanian Adriano yang ingin menyampaikan langsung masalah yang dihadapi masyarakat di tanah asalnya.

"Ketika kita mau mendengar dan bergerak cepat, selalu ada solusi yang bisa diwujudkan," ujar Amran.

Ia juga memastikan infrastruktur distribusi yang memadai termasuk gudang Bulog akan didapatkan masyarakat di Alor.

"Agar segera dibangun supaya distribusi pangan di Alor berjalan berkelanjutan. Saudara-saudara kita di wilayah kepulauan, terdepan, terluar, dan tertinggal juga berhak mendapatkan akses pangan yang sama, dengan harga yang terjangkau," tulisnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article