Tribun penonton di Sirkuit Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Gelaran WSBK Mandalika pada 11 - 13 November 2022 terancam sepi penonton. Pasalnya, harga tiket pesawat secara nasional masih cukup tinggi. Belum lagi, tarif kamar hotel di Pulau Lombok mulai merangkak naik. Padahal tiket WSBK Mandalika 2022 belum dijual.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) NTB, Dewantoro Umbu Joka meminta Pergub No. No. 9 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Usaha Jasa Akomodasi agar segera direvisi. Jika berkaca pada event WSBK Mandalika 2021, penonton banyak yang berasal dari luar NTB. Tetapi penontonnya berasal dari kementerian dan lembaga terkait.
Dewantoro berharap kepada pelaku wisata yang ada di NTB seperti usaha transportasi, travel agen dan perhotelan supaya jangan menaikkan harga akomodasi melampaui batas kewajaran. Menurutnya, harga akomodasi boleh naik tetapi harus wajar.
Karena gelaran WSBK dan MotoGP di Mandalika bukan hanya digelar tahun ini. Tetapi akan digelar dalam beberapa tahun mendatang. Menurut Dewantoro, Malaysia dan Thailand bisa dijadikan sebagai pembanding. Untuk paket nonton WSBK Mandalika dan berwisata paling tidak penonton mengeluarkan uang Rp4 - 5 juta.
Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis ITDC Arie Prasetyo berharap Pemprov NTB melalui Dinas Pariwisata provinsi dan kabupaten/kota agar mengontrol tarif kamar hotel. Karena tiket WSBK belum dijual tetapi tarif kamar hotel mulai naik.
"Karena saya cek di lapangan harga hotel sudah mulai naik. Kita juga minta semua bagian (pihak terkait) jangan masing-masing meraup keuntungan sebesar-besarnya dari event ini. Karena yang kasihan customer. Harganya jadi gak terkontrol," katanya.
Apabila harga kamar hotel tak terkendali maka costumer atau penonton luar daerah yang kasihan. Misalnya harga tiket WSBK dijual Rp1 juta. Kemudian tarif kamar hotel yang biasanya Rp500 ribu dijual hingga Rp4 juta.
"Akhirnya total spendingnya Rp 5 - 6 juta. Saya takutnya ke depannya dalam jangka panjang custumer kecewa. Karena masa untuk nonton WSBK saja harus ngeluarin sampai Rp10 juta. Pergubnya sudah ada, tinggal bagaimana kita mengontrol Pergub ini bersama-sama," ujarnya.
Sementara itu, terkait mahalnya harga tiket pesawat ke Lombok, Gubernur NTB Zulkieflimansyah telah bersurat ke Pemerintah Pusat cq Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Pasalnya, NTB akan menjadi tuan rumah sejumlah event internasional seperti WSBK pada November mendatang.
Gubernur mengungkapkan salah satu hal yang menjadi pertimbangan dirinya bersurat ke Pemerintah Pusat. Karena Mandalika merupakan salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Indonesia. Menurut Gubernur, harga tiket pesawat bukan saja mahal. Tetapi juga susah didapatkan.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi mengungkapkan inti dari surat Gubernur ke Pemerintah Pusat adalah meminta adanya relaksasi agar harga tiket penerbangan ke Lombok bisa turun. Terlebih, menjelang 3 bulan ke depan ada event WSBK Mandalika.
"Para pelaku wisata kita mulai mengemas paket nonton WSBK sembari berwisata yang ditawarkan. Bila harga tiket pesawat tetap tinggi tentu berat bagi wisatwan yang hadir nonton WSBK dan Asia Talent Cup," kata Yusron.