Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seorang Pria di NTT Bacok Tetangga yang Karaoke Malam Hari

Seorang Pria di NTT Bacok Tetangga yang Karaoke Malam Hari
Ilustrasi senjata tajam. (Pixabay/Niek Verlaan)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Dua pria di Sikka, NTT, jadi korban pembacokan oleh tetangga bernama Serfas saat sedang karaoke di rumah Yohanes pada Rabu malam, 25 Maret 2026.
  • Setelah menyerang menggunakan parang, Serfas melarikan diri ke arah hutan dan sempat dicari polisi bersama warga sebelum akhirnya menyerahkan diri keesokan harinya.
  • Warga yang marah membakar rumah pelaku, sementara para korban dirawat di RS St. Gabriel Kewapante dan polisi mengimbau agar masyarakat tidak main hakim sendiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Peristiwa berdarah menimpa dua pria di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam (25/3/2026). Keduanya dibacok oleh tetangga mereka, Serfas (27), seorang pemuda RT 004/RW 002, Desa Watukobu, Kecamatan Kewapante. Kejadian ini berlangsung pukul 21.00 WITA

“Pelaku datang dan langsung melakukan penyerangan menggunakan parang. Saat ini yang bersangkutan masih melarikan diri dan dalam pencarian,” ujar Kasi Humas Polres Sikka, Ipda Leonardus Tunga.

Pelaku sendiri sempat kabur usai peristiwa tersebut dan berada dalam pengejaran polisi hingga menyerahkan diri keesokan paginya kepada pihak keamanan. Ia kini tengah menjalani pemeriksaan polisi.

1. Dobrak pintu rumah

Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)
Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)

Leonardus menyebut para korban sekaligus saksi dalam kasus ini ialah Yohanes Krisantus (38), Mateus Masar (46), dan Julianus Nong Rofin (29). Kejadian ini bermula saat mereka sedang berkumpul dan karaoke di rumah Yohanes. Kemudian Serfas tiba-tiba masuk ke rumah itu dengan menendang pintu yang tertutup dan langsung membacok mereka secara membabi-buta.

Mateus menjadi korban pertama dari amukan pemuda itu karena berada dekat pintu dengan luka robek di bahu kanan dan pergelangan tangan kiri. Selanjutnya pelaku menyerang Julianus yang sempat menghindar sehingga mengalami luka robek di bagian punggung dan pergelangan tangan kiri.

Yohanes sendiri menghindari serangan Serfas dan segera berlari masuk ke kamar untuk melindungi istri dan anaknya saat itu.

2. Sempat kabur ke hutan bawa parang

ilustrasi TKP (Dok.IDN Times/Istimewa)
ilustrasi TKP (Dok.IDN Times/Istimewa)

Ia menyebut pemuda itu langsung pergi dari rumah Yohanes ke arah hutan dengan membawa serta parang yang dipakai menebas kedua pria tersebut.

"Pelaku langsung melarikan diri dari lokasi dan dilaporkan melarikan diri ke arah hutan di sekitar kampung dengan membawa parang,” jelas Leonardus.

Polisi bersama warga setempat yang ketakutan sempat melakukan upaya pencarian terhadap pelaku usai peristiwa tersebut.

“Anggota bersama masyarakat masih melakukan pengejaran terhadap tersangka,” ujar Leonardus.

3. Massa bakar rumah pelaku

ilustrasi api
Ilustrasi api. (freepik.com/muhammad.abdullah)

Masyarakat sendiri geram akibat perbuatannya itu terutama keluarga korban yang tersulut amarah. Para korban pembacokan itu mengalami luka serius akibat tebasan parang dan langsung dilarikan ke RS St. Gabriel Kewapante. Para korban masih menjalani perawatan medis.

Massa yang tak terima akan peristiwa itu kemudian mendatangi rumah Serfas lalu membakarnya. Polisi sendiri sudah mengamankan situasi dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri.

Serfas sendiri diketahui baru kembali merantau dari Kalimantan Timur dan polisi masih mendalami motif penyerangan tersebut usai ia menyerahkan diri.

Share
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More