Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Geger! Warga Rote Temukan Jasad Terlilit Tali Tanpa Kaki dan Tangan

Geger! Warga Rote Temukan Jasad Terlilit Tali Tanpa Kaki dan Tangan
Warga Rote temukan jasad terlilit tali tanpa kaki dan tangan di pesisir hutan bakau. (Dok Polres Rote Ndao)
Intinya Sih
5W1H
Gini Kak
  • Warga Desa Kuli, Rote Ndao, menemukan jasad tanpa kaki dan tangan di hutan bakau Pantai Ingguhun setelah mencium bau busuk menyengat dari arah laut.
  • Jasad ditemukan dalam bungkusan hitam, mengenakan baju biru gelap dan celana abu-abu, dengan tubuh terlilit tali nilon biru serta kondisi sudah membusuk lebih dari tujuh hari.
  • Korban teridentifikasi sebagai Johanis Anabokai (65) yang sebelumnya dilaporkan hilang; tim medis menemukan lebam di beberapa bagian tubuh dan menunggu keputusan keluarga untuk autopsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kupang, IDN Times - Warga Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah tanpa kaki dan tangan yang juga sudah membusuk. Jasad tak utuh itu ditemukan Yapi Mandala (42), pada Jumat (15/5/2026), di kawasan hutan bakau Pantai Ingguhun, Dusun Lutu, Desa Kuli.

Warga Desa Suelain ini ketika itu sedang bersama sejumlah rekannya di sekitar pantai tersebut yang mencium bau busuk yang sangat menyengat dari arah hutan bakau.

1. Terapung dalam bungkusan hitam

IMG_20260516_170913.jpg
Warga Rote temukan jasad terlilit tali tanpa kaki dan tangan di pesisir hutan bakau. (Dok Polres Rote Ndao)

Kapolsek Lobalain Ipda Djony Elvis Pada mengatakan Yapi sebagai saksi saat penemuan itu mencurigai sebuah bungkusan hitam jadi sumber bau tersebut. Yapi menyebut bungkusan ini mengapung di atas air laut di pesisir hutan bakau. Kemudian Yapi bersama rekan-rekannya coba memastikan dan saat itulah mereka mengetahui ada jenazah di sana.

“Korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan mengapung di atas permukaan air laut,” ungkap Djony dalam keterangannya Sabtu (16/5/2026).

2. Tubuh terlilit tali

Petugas kepolisian dan warga berkumpul di tepi hutan bakau Rote saat mengevakuasi jasad yang ditemukan di lokasi kejadian.
Warga Rote temukan jasad terlilit tali tanpa kaki dan tangan di pesisir hutan bakau. (Dok Polres Rote Ndao)

Saat ditemukan, lanjut dia, jasad tersebut mengenakan baju lengan panjang berwarna biru gelap kombinasi putih dan celana pendek abu-abu bergaris putih. Hal lainnya ialah tali nilon biru yang melilit tubuh korban dari bagian perut hingga kepala. Pada sekitar lokasi juga ditemukan dua potong tulang yang diduga bagian tubuh korban.

Penemuan itu kemudian dilaporkan ke polisi. Anggota Polsek Lobalain dipimpin Kapolsubsektor Suelain, Aiptu Anam Nurcahyo, langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal.

Djony pun juga terjun langsung ke tempat temuan jenazah tersebut bersama Unit Identifikasi Satuan Reskrim Polres Rote Ndao yang kemudian melakukan olah TKP dipimpin IPDA Thomas S Kiak.

"Terdapat sejumlah organ tubuh yang tidak ditemukan, kondisi daging korban hancur dan kulit kepala terlepas dari tengkorak, menurut keterangan medis bahwa jenazah sudah meninggal lebih dari tujuh hari" jelas Kapolsek Lobalain ini.

Sementara kedua lengan dari siku hingga telapak tangan dan kedua kaki dari paha hingga telapak kaki tidak ditemukan.

3. Ada bekas lebam

Petugas kepolisian dan tim medis memeriksa jasad yang ditemukan warga di Rote, ditutupi kain dan berada di atas meja pemeriksaan.
Warga Rote temukan jasad terlilit tali tanpa kaki dan tangan di pesisir hutan bakau. (Dok Polres Rote Ndao)

Jasad tersebut kemudian dikenali dengan identitas Johanis Anabokai (65) dari baju yang dikenakan oleh sang anak, Ely Yohanis (39). Johanis sendiri telah dilaporkan hilang oleh Sirjon Ndun (33) di SPKT Polsek Lobalain pada Kamis (14/5/2026).

Selanjutnya jasad korban dievakuasi ke RSUD Baa untuk dilakukan pemeriksaan dengan melalui tindakan autopsi.

Sementara tim medis juga menemukan lebam mayat di bagian dada, punggung, dan paha kiri belakang korban.

Saat ini tindakan lebih lanjut masih menunggu hasil perundingan keluarga besar terkait persetujuan otopsi,” tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aan Pranata
EditorAan Pranata
Follow Us

Latest News NTB

See More