Pemerintah Kucurkan Rp527 Miliar untuk Revitalisasi 531 Sekolah di NTB

- Pemerintah meluncurkan program revitalisasi 531 sekolah di NTB senilai Rp527 miliar, difokuskan di Lombok Timur dan Sumbawa untuk memperkuat infrastruktur serta digitalisasi pendidikan.
- Sebanyak 7.080 sekolah di NTB telah menerima layanan internet senilai Rp236 miliar, dengan pembangunan revitalisasi dinyatakan selesai 100 persen oleh Menteri Abdul Mukti.
- Kementerian menyiapkan beasiswa bagi 12.500 guru pada 2025 dan meningkat menjadi 150.000 guru pada 2026 guna meningkatkan kualifikasi akademik serta mendukung profesionalisme tenaga pendidik.
Lombok Timur, IDN Times – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mukti, meresmikan program revitalisasi 531 satuan pendidikan senilai Rp527 miliar di SMK Negeri 1 Sikur, Lombok Timur. Program berskala besar ini akan difokuskan pada dua wilayah, yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.
Dalam acara peresmian tersebut, Abdul Mukti juga mengumumkan serangkaian terobosan strategis untuk mendongkrak kualitas pendidikan nasional. Langkah maju ini akan diwujudkan melalui fokus utama pada program revitalisasi infrastruktur dan digitalisasi sekolah.
1. Rincian revitalisasi

Alokasi revitalisasi untuk NTB yaitu, 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB dan 11 PKBM/SKB. Rinciannya untuk Kabupaten Lombok Timur mencakup 87 sekolah dengan total bantuan sebesar Rp105.948.658.922, yang tersebar di masing-masing jenjang yaitu, 7 PAUD, SD 36, SMP 19, SMA 9, SMK 12, dan SLB 4. Sementara itu, untuk Kabupaten Sumbawa dialokasikan untuk 37 sekolah senilai Rp38.157.840.806, meliputi PAUD (6), SD (9), SMP (10), SMA (7), SMK (4), dan SLB (1).
Selain revitalisasi, Menteri juga menekankan program digitalisasi. Di Provinsi NTB, Kementerian telah mendistribusikan 7.080 ISP (Internet Service Provider) ke 7.080 sekolah dengan total nilai Rp236.168.610.195. Khusus untuk Lombok Timur, didistribusikan 1.739 ISP senilai Rp47.17 milyar.
“Kesemuanya sudah kami selesaikan dan terdistribusikan, pembangunan revitalisasi seluruhnya sudah 100% selesai,” tegasnya.
2. Bukan tujuan akhir

Abdul Mukti menjelaskan bahwa revitalisasi dan digitalisasi bukanlah tujuan akhir. Ia menyebut ini bagian dari upaya bersama meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Tujuannya adalah membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, cerdas, terampil, mandiri, berakhlak mulia, dan memiliki komitmen terhadap masa depan,” ujarnya.
3. Tingkatkan kualitas guru

Perhatian khusus juga diberikan kepada peningkatan kualitas guru. Pada tahun 2025, Kementerian mengalokasikan beasiswa untuk 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi D4 atau S1, masing-masing mendapat Rp3 juta per semester. Selanjutnya, pada tahun 2026, alokasi beasiswa ditingkatkan untuk 150.000 guru semua jenjang dengan skema yang sama melalui sistem RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau). Setelah menempuh D4/S1, mereka dapat mengikuti PPG dan berhak atas tunjangan sertifikasi.
“Guru adalah kunci penentu keberhasilan pendidikan. Teknologi penting, sarana prasarana penting, tetapi guru tidak dapat digantikan oleh teknologi secanggih apapun,” tegasnya.

















