Lantik Pengurus di Kupang, Zulhas: PAN Lahir Bukan untuk Nyapres!

- Zulkifli Hasan menegaskan PAN lahir dari semangat reformasi dengan ideologi Pancasila dan nilai religius, bukan sebagai partai untuk mengusung calon presiden.
- PAN disebut tetap setia mendukung Prabowo Subianto sejak masa kekalahan hingga kini memimpin, dengan komitmen melayani rakyat tanpa membeda-bedakan latar politik.
- Sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulhas memaparkan kebijakan pro-rakyat seperti intervensi harga gabah, kemudahan akses pupuk, serta dukungan bagi nelayan dan koperasi desa.
Kupang, IDN Times - Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, menegaskan partainya tidak lahir semata-mata sebagai kendaraan politik untuk mengejar kursi presiden maupun wakil presiden Indonesia. Menurut Zulhas, PAN lahir dari semangat reformasi dengan berlandaskan ideologi Pancasila dan nilai religiusitas.
Penegasan itu disampaikan Zulhas saat melantik pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN di Kota Kupang, Jumat (15/5/2026). Dalam arahannya, Zulhas meminta seluruh kader PAN bekerja untuk masyarakat, termasuk membantu pemerintah daerah tanpa memandang latar belakang politik.
1. Lahir saat reformasi, bukan buat capres

Zulhas menegaskan PAN berpihak pada rakyat sejak awal berdiri dan menjadi entitas yang mengoreksi Indonesia yang menyimpang pasca kemerdekaan. Keberpihakan awal ini lahirnya lewat reformasi. Ia menegaskan pula PAN bukan seperti partai lainnya yang lahir karena tokoh-tokoh tertentu yang ingin maju menjadi calon presiden (capres).
"PAN lahir sebagai koreksi untuk meluruskan kembali cita-cita bangsa Indonesia merdeka yaitu reformasi. Partai Amanat Nasional lahir bukan untuk nyapres, bukan. Bukan untuk menjadi capres karena ada partai lahir karena capres," tandasnya.
2. Loyal saat Prabowo kalah tiga kali capres

Sejauh ini, kata Zulhas mencontohkan, pihaknya tetap bersama Presiden Prabowo Subianto yang beberapa kali kalah dalam pemilihan presiden sebelumnya. Kini setelah Prabowo resmi memimpin Republik Indonesia pun pihaknya tetap merangkul semua pihak demi membangun masyarakat yang lebih baik.
"Kami dukung Pak Prabowo tiga kali kalah. Dengan komitmen berpihak kepada rakyat. Tidak boleh ditawar!" tandasnya.
Sebelumnya ia menegaskan kader PAN di daerah akan mendukung pemerintahan demi kemajuan masyarakat.
"Pengabdian kepada rakyat adalah segala-galanya. Gubernur boleh dari Golkar, Wali Kota boleh dari Gerindra. Tapi kalau sudah jadi gubernur atau wali kota wajib melayani seluruh rakyat tanpa membedakan. Itulah prinsip Partai Amanat Nasional," tegasnya lagi.
3. Papar kinerja sebagai menteri

Zulhas yang juga menjabat Menteri Kooordinator Bidang Pangan ini juga memaparkan kebijakan yang sudah dilakukannya seturut filosofi PAN. Beberapa di antaranya seperti
Intervensi harga gabah Rp 6.500 agar dengan kualitas apapun agar menguntungkan petani. Kemudian ketersediaan pupuk tanpa izin yang rumit. Ia juga mendukung Kampung Nelayan Merah Putih dan dukungan untuk Koperasi Desa Merah Putih.
"Itulah maksudnya berpihak pada rakyat dan melayani," tukasnya lagi.
Zulhas sendiri hadir di Kota Kupang memboyong Sekjen PAN Eko Patrio; Waketum PAN sekaligus Menteri Desa Yandri Susanto; Ketua Umum Barisan Muda dan anggota DPR RI, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu; hingga dengan Anggota DPR RI Verrell Bramasta.


















