Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Satgas MBG Usulkan Penutupan SPPG Imbas Keracunan 38 Siswa di Loteng

IMG_20260117_231431_126.jpg
Para siswa yang diduga keracunan MBG saat dirawat di puskesmas. (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis Provinsi NTB mengusulkan penutupan sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Usulan penutupan dapur MBG itu imbas keracunan 38 siswa SD/MI di desa setempat pada Sabtu (17/1/3026).

Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Ahsanul Khalik mengatakan pihaknya sudah mengusulkan penutupan sementara SPPG ke Badan Gizi Nasional (BGN). "Untuk SPPG-nya kita sudah usulkan ke BGN agar operasionalnya ditutup sementara sambil melakukan evaluasi dan perbaikan," kata Khalik dikonfirmasi IDN Times di Mataram, Senin (19/1/2026).

1. Siswa keracunan karena minum susu MBG kedaluwarsa

IMG_20260109_184811_195.jpg
Ketua Satgas MBG Provinsi NTB Ahsanul Khalik. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Khalik menjelaskan puluhan siswa yang keracunan dengan gejala muntah dan pusing karena minum susu MBG kedaluarsa. Namun, dia mengatakan semua korban sudah pulang.

"Korban sudah pulang semua. (Penyebab keracunan) infonya dari susu kedaluwarsa," ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB itu.

Khalik menjelaskan usulan penutupan sementara dapur MBG di Lombok Tengah agar proses evaluasi dan investigasi dapat berjalan secara menyeluruh, objektif, dan terukur tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan.

Selama masa penutupan, Satgas MBG NTB mendorong dilaksanakan evaluasi terhadap seluruh aspek operasional SPPG, mulai dari kedisiplinan pelaksana, kualitas dan kemampuan juru masak, hingga proses pembelian bahan pangan.

Evaluasi juga mencakup pemeriksaan kemungkinan kelalaian dalam pemilihan bahan baku, termasuk potensi penggunaan bahan pangan kedaluwarsa. Serta memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari pembersihan, proses memasak, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.

2. Puluhan siswa dari dua sekolah keracunan susu MBG

IMG_20260117_231420_946.jpg
Siswi yang dilarikan ke Puskemas diduga keracunan setelah minum susu dari program MBG di Desa Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah, Sabtu (17/1/2026). (dok. Istimewa)

Sebanyak 38 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah, diduga keracunan susu MBG, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Puluhan siswa yang keracunan susu MBG di SDN 1 Darmaji dan MI Hadayatussholihin Darmaji.

Kepala Desa Darmaji Suhaidi menjelaskan kronologi kejadian dugaan keracunan MBG yang menimpa 38 siswa SD/MI di Desa Darmaji. Sekitar pukul 09.00 WITA, sejumlah siswa mengonsumsi susu yang disuplai oleh pihak SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selang beberapa waktu setelah mengonsumsi, sejumlah siswa mengeluhkan gejala klinis berupa mual dan pusing. Korban awal berasal dari MI Hadayatussholihin Darmaji dan SDN 1 Darmaji, yang kemudian dilarikan ke Puskesmas Pengadang.

Seiring bertambahnya jumlah siswa yang mengeluhkan gejala serupa, sebagian korban dirujuk ke Puskesmas Muncan untuk mendapatkan penanganan medis. Tidak lama setelah siswa/siswi mengalami pusing dan mual, pihak SPPG mengirim WhatsApp di grup sekolah.

Supaya susu jangan diminum dulu agar dikumpulkan dan diganti. Karena sebagian susu sudah expired namun pihak sekolah menyampaikan susu sudah habis diminum.

Sekitar pukul 10.00 WITA, sebagian siswa/siswi yang dirawat di Puskesmas Pengadang dan Puskesmas Muncan dibolehkan pulang. Hanya dua orang yang masih menjalani perawatan di Puskesmas.

3. Program MBG telah menyasar 1,65 juta warga NTB

IMG_20260117_231425_049.jpg
Siswi yang dilarikan ke Puskemas diduga keracunan setelah minum susu dari program MBG di Desa Darmaji Kecamatan Kopang Lombok Tengah, Sabtu (17/1/2026). (dok. Istimewa)

Satgas MBG Provinsi NTB mencatat sebanyak 1,65 juta warga penerima manfaat program MBG hingga akhir 2025. Penerima manfaat mencakup seluruh spektrum sasaran strategis, mulai dari anak usia dini hingga kelompok rentan.

Dengan rincian Balita 153.788 jiwa, PAUD, RA, dan TK lebih dari 213 ribu anak, SD, MI, SMP, MTs lebih dari 960 ribu peserta didik, SMA/SMK/MA lebih dari 238 ribu peserta didik, SLB: 2.242, Ponpes: 5.095, PKBM 3 348, Ibu Hamil (Bumil) 25.423 jiwa, Ibu Menyusui (Busui): 58.233 jiwa, Guru, Tenaga Kependidikan, dan Kader Posyandu lebih dari 29 ribu orang.

Program MBG di NTB tidak hanya berfokus pada peserta didik, tetapi juga memperkuat perlindungan gizi kelompok 3B (Balita, Bumil, Busui) yang menjadi kunci pencegahan stunting dan malnutrisi jangka panjang.

Jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang sudah beroperasi di NTB hingga 31 Desember 2025vebanyak 601 SPPG. Berdasarkan jenis pengelola, SPPG di NTB terdiri dari 552 SPPG mitra masyarakat/swasta, 5 SPPG Pondok Pesantren, 3 SPPG Polri, dan 1 SPPG TNI AU.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest News NTB

See More

Kasus Korupsi Lahan MXGP, Ali BD Kembalikan Rp6,7 Miliar Kerugian Negara

19 Jan 2026, 15:39 WIBNews