Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Warga NTB di Iran Dipastikan Aman, KBRI Siapkan Rencana Darurat

10 Warga NTB di Iran Dipastikan Aman, KBRI Siapkan Rencana Darurat
Ilustrasi pekerja migran Indonesia (Foto: IDN Times)

Mataram, IDN Times - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memastikan 10 warga NTB yang saat ini berada di Iran dalam kondisi aman. Hal tersebut disampaikan di tengah situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang memanas akibat konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Iqbal mengatakan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran terus memantau kondisi para warga negara Indonesia (WNI) di Iran. Selain itu, perwakilan Pemerintah Indonesia ini juga telah menyiapkan rencana kontinjensi (darurat) untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

“Sudah dibuat parameternya, itu yang kita sebut rencana kontinjensi. Semua sudah berjalan. Nanti ada situasi darurat satu, dua, tiga, dan semuanya sudah memiliki parameter,” kata Iqbal saat dikonfirmasi di Mataram, Sabtu (7/3/2026).

1. Titipkan warga NTB di Timur Tengah ke KBRI

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurutnya, hampir di seluruh negara Timur Tengah terdapat warga asal NTB berdasarkan data dari KBRI setempat. Karena itu, Pemerintah Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di kawasan tersebut untuk memastikan keselamatan mereka.

“Dari informasi yang saya kumpulkan, rencana kontinjensi perlindungan WNI dalam situasi konflik sudah berjalan di semua KBRI. Jadi semuanya masih dalam pantauan,” ujarnya.

Meski demikian, Iqbal mengakui data jumlah warga NTB di Timur Tengah bersifat dinamis karena mobilitas masyarakat yang tinggi, sehingga tidak semua pergerakan tercatat secara detail.

2. Masyarakat NTB diminta laporkan keluarganya yang berada di Timur Tengah

Ilustrasi perang Iran Israel.
Ilustrasi perang Iran Israel (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk itu, ia meminta masyarakat NTB yang memiliki anggota keluarga di Timur Tengah agar melaporkan keberadaan mereka kepada pemerintah daerah atau melalui hotline KBRI dan KJRI.

“Kalau ada masyarakat yang merasa keluarganya mungkin belum masuk dalam data KBRI atau KJRI, mohon disampaikan melalui hotline. Kadang saat masuk terdata, tapi ketika berpindah tempat tidak selalu tercatat,” jelasnya.

Iqbal juga mengimbau masyarakat NTB agar tetap tenang dan tidak panik. Ia menegaskan pemerintah melalui perwakilan Indonesia di luar negeri telah menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kondisi darurat.

“Kita serahkan penanganannya kepada perwakilan Indonesia di luar negeri yang memang sudah berpengalaman menangani situasi seperti ini,” katanya.

3. Tercatat 155 warga NTB jadi PMI di Timur Tengah

Kementerian P2MI lepas 1.035 PMI ke luar negeri
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran RI lepas 1.035 PMI ke luar negeri. (Dok. Kementerian P2MI)

Berdasarkan data Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), tercatat sebanyak 155 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB berada di kawasan Timur Tengah. Dari jumlah tersebut, 144 orang bekerja di Arab Saudi, 10 orang di Uni Emirat Arab, dan 1 orang di Kuwait.

PMI NTB di Timur Tengah terdiri dari 86 laki-laki dan 69 perempuan, yang berasal dari berbagai kabupaten/kota di NTB. Lombok Tengah menjadi daerah asal terbanyak dengan 47 orang, disusul Sumbawa 32 orang, Lombok Timur 31 orang, Lombok Barat 21 orang, dan Kota Mataram 18 orang. Selebihnya berasal dari Dompu, Sumbawa Barat, Lombok Utara, dan Kota Bima.

Mayoritas PMI tersebut bekerja pada sektor aktivitas jasa lainnya, termasuk layanan personal dan domestik. Sebagian lainnya tersebar pada sektor akomodasi dan penyediaan makan minum, kesehatan dan sosial, pertambangan, industri pengolahan, serta konstruksi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sri Gunawan Wibisono
EditorSri Gunawan Wibisono
Follow Us

Latest News NTB

See More

Senator NTT Desak Revisi UU HKPD, 30 Ribu PPPK Berpotensi Terdampak

07 Mar 2026, 21:11 WIBNews