Polda NTT Bakal Periksa Dapur MBG Imbas Kelangkaan LPG di Kupang
- Polda NTT akan memeriksa dapur MBG dan SPPG di Kupang untuk memastikan penggunaan LPG sesuai aturan serta mencegah penyalahgunaan distribusi yang memperparah kelangkaan gas.
- Tim gabungan telah memeriksa sekitar 60 outlet LPG di Kupang, mengimbau penjual tidak menaikkan harga melebihi HET, dan memastikan stok tersedia bagi masyarakat.
- Pertamina menambah pasokan 2.506 tabung LPG dari Surabaya guna atasi kelangkaan, meski sempat terkendala keterlambatan kapal dan antrean bongkar muat di pelabuhan.
Kupang, IDN Times - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) akan memeriksa sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) terkait kelangkaan tabung gas LPG di Kota Kupang.
Pendalaman ini akan dilaksanakan setelah pemeriksaan sejumlah outlet atau agen penjualan gas LPG di Kota Kupang. Selain ketersediaan, pemeriksaan ini juga memastikan harga jual per tabungnya tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET). Sebelumnya masyarakat ramai mengeluhkan terkait kelangkaan dan tingginya harga gas LPG di Kota Kupang.
1. Akan cek ke SPPG di Kota Kupang
Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Chandra menegaskan pihaknya akan memantau langsung di lapangan serta berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas distribusi LPG. Pemeriksaan di dapur MBG ini pun dilakukan guna memastikan penggunaan LPG sesuai ketentuan.
"Aparat kami berencana melakukan pendalaman terkait penggunaan LPG pada sejumlah SPPG di Kota Kupang guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan distribusi yang dapat mempengaruhi ketersediaan gas bagi masyarakat," kata dia.
Pihaknya telah berkomunikasi dengan Sales Area Manager (SAM) Pertamina untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai distribusi dan pasokan LPG di wilayah Kupang. Sementara ini, kata dia, dijadwalkan ada 11 kontainer berisi LPG tiba di Pelabuhan Tenau Kupang dan proses bongkar muat sudah berlangsung pukul 18.00 WITA.
“Kedatangan kontainer tersebut diharapkan dapat menambah pasokan LPG sehingga kebutuhan masyarakat di Kota Kupang dapat segera terpenuhi,” kata dia.
2. Periksa outlet dan imbau tak jual lebihi HET

Henry juga menyebut tim gabungan dari Satreskrim Polresta Kupang Kota bersama Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda NTT telah memeriksa sekitar 60 outlet LPG yang tersebar di Kota Kupang. Proses monitoring dilakukan setelah sempat terkendala hujan deras.
“Pengecekan langsung ke outlet-outlet untuk memastikan ketersediaan stok serta memantau harga penjualan kepada masyarakat. Selain itu, kami juga memberikan imbauan kepada para penjual agar tidak menaikkan harga secara berlebihan,” sebut dia.
Pihaknya mengimbau pula agar penjual tidak melambungkan harga melebihi HET. Hal ini dilakukan juga oleh distributor PT Pelita Timor Gas juga telah mengeluarkan surat imbauan resmi kepada seluruh outlet.
Untuk LPG 12 kilogram diimbau dijual di bawah Rp300 ribu per tabung, sedangkan LPG 5,5 kilogram di bawah Rp200 ribu per tabung dan harga tersebut sudah termasuk margin bagi outlet.
3. Pertamina pasok 2.506 tabung LPG dari Surabaya

Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, sebelumnya membenarkan sempat terjadi kelangkaan di sejumlah titik distribusi beberapa hari terakhir. Untuk itu Pertamina memasok 2.506 tabung LPG dari Surabaya guna menambah stok gas di Kota Kupang.
“Namun penyaluran beberapa kali terkendala karena keterlambatan kapal serta antrean sandar dan muat kontainer di Pelabuhan Surabaya sebagai supply point,” kata Ahad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (7/3/2026).
Ahad menyampaikan ada sekitar 20 outlet LPG non-subsidi yang melayani masyarakat di Kota Kupang dan sekitarnya. Pertamina memastikan distribusi LPG dilakukan sesuai ketentuan serta harga jual yang wajar, akan mencegah praktik penimbunan, juga menggandeng pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam pengawasan di lapangan.

















