Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Sadis! Balita 2 Tahun Jadi Korban Pembunuhan karena Dendam di NTT
Ilustrasi TKP (pexels/Kat Wilcox)
  • Seorang ayah dan anak berusia dua tahun di Sumba Tengah tewas dibunuh dua pria bertopeng pada malam hari di rumah keluarga korban.
  • Kedua pelaku berinisial DLJ dan PLP ditangkap polisi setelah penyelidikan cepat, dengan motif pembunuhan diduga karena dendam pribadi terhadap korban.
  • Kapolres Sumba Barat mengimbau masyarakat tetap tenang, menyerahkan kasus pada pihak berwenang, serta segera melapor jika muncul potensi konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada ayah dan anak kecil dua tahun di Sumba Tengah yang dibunuh dua orang laki-laki malam hari. Mereka pakai penutup wajah dan bawa parang. Polisi bilang pelakunya marah karena dendam. Setelah itu polisi cari dan tangkap dua orang itu. Sekarang polisi masih periksa dan minta semua orang tetap tenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Peristiwa tragis terjadi di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT). Seorang anak dua tahun bernama Kristian Padi Doli tewas di tangan dua orang pria pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 23.55 WITA.

Kejadian ini berlangsung di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Tidak saja, Kristian, dua pria yang menggunakan penutup wajah itu juga membunuh Manung Sili Dingu (42) menggunakan parang.

1. Motif dendam pribadi

Ilustrasi TKP (IDN Times/Mardya Shakti)

Kedua pelaku masing-masing berinisial DLJ (47), warga Wangga Wehingu, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah, dan PLP (32), warga Mataredi, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah.

Mereka ditangkap oleh petugas yang bergerak setelah menerima laporan masyarakat melalui call center 110 Polsek Katikutana.

"“Begitu laporan masuk, anggota langsung menuju lokasi, melakukan olah TKP serta mengumpulkan bukti awal untuk mengungkap pelaku,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata dia, motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi oleh dendam pribadi.

"Sementara diduga kasus ini dipicu dendam," ungkapnya.

2. Gunakan penutup wajah saat kejadian

Petugas Polres Sumba Barat turun ke TKP pembunuhan ayah dan anak. (Dok Polres Sumba Barat)

Seorang saksi sebelumnya mengaku melihat dua orang pelaku dengan penutup wajah sedang menyerang korban menggunakan parang pada pukul 23.59 WITA. Awalnya ia mendengar teriakan korban yang meminta tolong.

Ia juga sempat mengancam saksi agar tidak berteriak lalu kedua pelaku membunuh korban dan melarikan diri.

Kasus ini terjadi saat korban bersama anaknya berada di rumah orang tua mereka sejak pukul 17.30 WITA. Beberapa jam sebelumnya, sekitar pukul 20.00 WITA, korban sempat keluar rumah dan pintu dalam keadaan tidak terkunci.

3. Imbauan polisi

Ilustrasi polisi tiba di TKP. (pexels/Pixabay)

Ia menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap tenang karena proses penyelidikan tengah dilakukan Mapolres Sumba Barat. Ia juga memastikan kedua pelaku akan menjalani proses hukum lebih lanjut dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian,” tegas Kapolres.

Ia mengingat masyarakat untuk segera melaporkan apabila muncul potensi konflik melalui jalur resmi agar tidak berkembang menjadi tindak pidana serius.

Editorial Team