Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Rumaksi Deklarasi Ganti Pasangan dengan Sukisman Azmy di Pilkada Lotim

Rumaksi Deklarasi Ganti Pasangan dengan Sukisman Azmy di Pilkada Lotim
Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lotim Rumaksi-Sukisman (Screenshot video/Istimewa)
Share Article

Lombok Timur, IDN Times - Dinamika perpolitikan Lombok Timur (Lotim) empat bulan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 semakin seru. Salah satu bakal calon bupati Lotim Rumaksi Sjamsudin yang telah lama mendeklarasikan diri berpasangan dengan Ketua DPC Demokrat Amrul Jihadi, secara mengejutkan tiba-tiba bubar.  

Wakil Bupati Lotim periode 2019-2024 ini mendeklarasikan diri berpasangan dengan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Achmad Sukisman Azmy. Hal ini lantas membuat banyak orang terkejut.

1. Beredar video deklarasi

Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lotim Rumaksi-Sukisman (Screenshot Video/Istimewa)
Bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lotim Rumaksi-Sukisman (Screenshot Video/Istimewa)

Video deklarasi Rumaksi dan Sukisman Azmy beredar di media sosial WhatsApp. Dalam video yang berdurasi 1.01 menit tersebut, Rumaksi mengumumkan berpasangan dengan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sukisman Azmy sebagai wakilnya. 

"Saya H Rumaksi, Ketua DPD NasDem NTB, menyatakan dengan ini berpaket dengan adik saya H Achmad Sukisman Azmy untuk memimpin Lombok Timur periode 2024-2029," ucap Rumaksi dalam video tersebut.

Hal yang sama juga diucapkan Sukisman Azmy, dalam video tersebut. Ia menyatakan berpasangan dengan Rumaksi sebagai calon wakil bupati.

"Alhamdulillah dengan Rahmat dan Ridho Allah Subhanahuwataala, kami berdua membuat paket bersama saya Achmad Sukisman Azmy bersama kakak saya H Rumaksi, paket Ramah mulai malam ini diluncurkan untuk Lombok Timur 2024-2029," ucapnya.

2. Berpisah karena hasil survei rendah

Calon Bupati Lotim Rumaksi menerima rekomendasi dari DPP Partai Nasdem, Kamis (20/6/2024). (dok. Istimewa)
Calon Bupati Lotim Rumaksi menerima rekomendasi dari DPP Partai Nasdem, Kamis (20/6/2024). (dok. Istimewa)

Saat dikonfirmasi, Rumaksi membenarkan telah menganti paket pasangan dengan Sukisman Azmy. Hal itu dilakukan karena pertimbangan hasil survei dengan Amrul Jihadi yang rendah. Ia menilai tidak memungkinkan untuk menang jika bersaing dengan bakal pasangan calon lain apabila berpasangan dengan Amrul Jihadi.

"Hasil survei yang kita lakukan bulan Juni 2024 kita ketinggalan jauh dari H Iron, tidak mungkin bisa terkejar," ungkapnya.

Dijelaskan Rumaksi, penggantian paket pasangan tersebut sudah disepakati dengan Amrul Jihadi. Bahkan ia menyebut penggantian tersebut bedasarkan saran dari Amrul Jihadi.

 "Kita sudah ada kesepakatan, bahkan dia menyarankan untuk kita ganti pasangan. Selain itu, ada perintah dari pak Sukiman Azmy, agar segera melakukan perubahan paket," ucapnya.

Rumaksi mengatakan, untuk koalisi tidak ada perubahan, pihaknya tetap dengan NasDem dan Demokrat. Bahkan saat pendaftaran nanti ada tambahan 5 kursi, sehingga nantinya pihaknya akan diusung oleh 15 kursi DPRD Lotim. 

"Koalisi tidak ada perubahan, Demorat tetap dukung kita, intinya nanti kita jangan jadi penggembira," imbuhnya.

3. Ganti paket karena keinginan partai NasDem

Rumaksi bersama Amrul Jihadi saat masih berpasangan (IDN Times/Istimewa)
Rumaksi bersama Amrul Jihadi saat masih berpasangan (IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh Amrul Jihadi. Ia menyebut penggantian dirinya dengan Sukisman Azmy sebagai perubahan formasi, akibat pandangan politik dari kubu partai Nasdem yang berbeda.

Perbedaan itu terjadi karena Nasdem menggunakan hasil dari survei awal yang dilakukan oleh LSI. Hasilnya dari tiga pasangan calon yaitu Iron-Edwin dan Lutfi-Wahid, pasangan Ramah yang paling rendah.

 "Kita menghargai pilihan Nasdem dan analisisnya, dan kita realistis diantara 3 pasangan kita pasangan yang terendah," kata Amrul.

Amrul mengatakan, terkait koalisi tidak berubah secara langsung, tapi saat ini koalisi terputus dan belum tersambung kembali. Terkait apakah berkoalisi kembali itu diserahkan ke mekenisme partai. 

"Kita memiliki sistim kepartaian, bahwa ada formasi yang berubah kami akan lapor lagi. Kami hanya petugas partai, belum diputuskan ke siapa akan berkoalisi," ungkapnya. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
Ruhaili
Linggauni -
EditorLinggauni -
Ruhaili
EditorRuhaili

Latest News NTB

See More

Polda NTB Sita 15,4 Kg Sabu dan Ganja, 574 Tersangka Diringkus

26 Jun 2026, 18:07 WIBNews