Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG Ungkap 38 Kecamatan di NTB Level Awas Kekeringan, Ini Daftarnya!

Kota Mataram
3 min read
BMKG Ungkap 38 Kecamatan di NTB Level Awas Kekeringan, Ini Daftarnya!
Peta peringatan dini kekeringan meteorologis di NTB pada dasarian III September 2026. (dok. BMKG)
  • BMKG menetapkan 38 kecamatan di delapan kabupaten/kota NTB berstatus awas kekeringan pada 21–30 September 2026, akibat Hari Tanpa Hujan yang semakin panjang.
  • Sebanyak 16 kecamatan berstatus siaga kekeringan. BMKG mengimbau warga menghemat air serta waspada kebakaran hutan, lahan, dan permukiman dengan tidak membakar sampah sembarangan.
  • Curah hujan NTB pada dasarian II September tergolong rendah; HTH terpanjang di Bolo dan Belo, Bima, mencapai 125 hari. Peluang hujan akhir September umumnya di bawah 10 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis pada dasarian III September 2026 atau periode 21-30 September. BMKG mencatat terdapat 38 kecamatan di NTB masuk level awas kekeringan dan 16 kecamatan masuk level siaga kekeringan.

Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan wilayah yang masuk level siaga dan awas kekeringan semakin meluas akibat Hari Tanpa Hujan (HTH) yang kian memanjang. "Masyarakat diharapkan dapat menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih," kata Nuga.

  1. 1. Daftar 38 kecamatan yang masuk level awas kekeringan di NTB

    IMG-20260727-WA0041.jpg
    Warga Dusun Batu Samban Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah antre menerima bantuan air bersih, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Dia menyebutkan 38 kecamatan yang masuk level awas kekeringan tersebar pada 8 kabupaten/kota di NTB. Adapun rinciannya sebagai berikut:

    • Lombok Barat : Kecamatan Labuapi dan Lembar
    • Lombok Timur : Kecamatan Jerowaru, Labuhan Haji, Pringgasela, Sakra Barat, Sembalun, Sukamulia
    • Lombok Utara : Kecamatan Gangga, Kayangan, Pemenang, Tanjung
    • Sumbawa Barat : Kecamatan Jereweh, Poto Tano, Taliwang
    • Sumbawa : Kecamatan Batulanteh, Labuhan Badas, Lape, Moyo Utara, Moyohilir, Moyohulu, Rhee, Sumbawa, Unter Iwes
    • Dompu : Kecamatan Dompu, Kilo, Manggalewa, Pajo, Woja
    • Bima : Kecamatan Belo, Bolo, Donggo, Lambitu, Lambu, Palibelo, Sape, Soromandi
    • Kota Bima : Kecamatan Raba

  2. 2. Daftar kecamatan yang masuk level siaga kekeringan di NTB

    IMG-20260727-WA0046.jpg
    Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyalurkan air bersih kepada warga Dusun Samban, Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat Daya Lombok Tengah, Senin (27/7/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Sedangkan 16 kecamatan di NTB yang masuk level siaga kekeringan, antara lain:

    • Kota Mataram : Kecamatan Mataram
    • Lombok Tengah : Kecamatan Praya Barat, Praya Barat Daya, Pujut
    • Lombok Timur : Kecamatan Sambelia
    • Lombok Utara : Kecamatan Bayan
    • Sumbawa Barat : Kecamatan Brang Ene, Brang Rea
    • Sumbawa : Kecamatan Buer, Lenangguar
    • Dompu : Kecamatan Hu'u, Kempo, Pekat
    • Bima : Kecamatan Sanggar, Tambora, Wawo

    Dengan meluasnya wilayah yang masuk level siaga hingga awas kekeringan, dia meminta masyarakat untuk benar-benar waspada terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan serta pemukiman. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

  3. 3. Daerah yang berpeluang terjadi hujan

    1784941684710.jpg
    Distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak bencana kekeringan di Lombok Barat. (dok. Istimewa)

    Dia mengungkapkan pada dasarian II September 2026, curah hujan di wilayah NTB berada pada kategori rendah yaitu 0 - 50 mm/dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Suela Lombok Timur sebesar 9 mm/dasarian. Dikatakan, sifat hujan pada dasarian II September 2026 di wilayah NTB didominasi bawah normal. Hanya sebagian kecil wilayah NTB yang memiliki sifat hujan atas normal.

    Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan Berturut - turut (HTH) provinsi NTB secara umum berada pada rentang sangat panjang yaitu 31-60 hari hingga kekeringan ekstrem di atas 60 hari. HTH terpanjang tercatat di Pos Hujan Bolo dan Belo Kabupaten Bima sepanjang 125 hari termasuk dalam kategori kekeringan ekstrem.

    Sementara itu, pada dasarian III September 2026, potensi hujan di sebagian besar wilayah NTB sangat rendah, dengan peluang kurang dari 10 persen. Peluang hujan di atas 20 mm/dasarian sebesar 10–50 persen diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Sumbawa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More