Pria Asal Lotim Tewas Dikeroyok di Homestay, 9 Orang Ditangkap!

- Seorang pria asal Lombok Timur tewas setelah dikeroyok di sebuah homestay kawasan Suranadi, Lombok Barat, pada Senin (30/3/2026).
- Polisi mengamankan sembilan orang terduga pelaku dan saksi untuk dimintai keterangan terkait insiden pengeroyokan tersebut.
- Korban sempat dibawa ke Puskesmas Kopang untuk mendapat perawatan, namun dinyatakan meninggal dunia sebelum sempat ditolong.
Mataram, IDN Times - Seorang pria berusia 51 tahun asal Lombok Timur (Lotim) tewas dikeroyok pada sebuah homestay di kawasan Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Senin (30/3/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali terungkap setelah Polsek Kopang Lombok Tengah menerima laporan dari Puskesmas Kopang terkait seorang pria yang telah meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan. Dari hasil koordinasi dengan Polsek Narmada Lombok Barat, diketahui bahwa kejadian bermula di wilayah Suranadi.
1. Polisi amankan 9 terduga pelaku dan saksi

Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP mengatakan kasus tersebut sedang ditangani oleh Satreskrim Polresta Mataram. Polisi telah mengamankan 9 orang terduga pelaku dan saksi.
“Sejauh ini, kami telah mengamankan sembilan orang yang berstatus sebagai terduga maupun saksi untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” kata Dharma, Rabu (1/4/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, korban diketahui sebelumnya membuat janji bertemu dengan seorang perempuan berusia 17 tahun asal Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Keduanya bertemu dan masuk ke salah satu kamar homestay di kawasan Suranadi.
2. Korban dikeroyok sekelompok orang

Namun, hanya berselang sekitar lima menit, sekelompok orang yang terdiri dari laki-laki dan beberapa perempuan tiba-tiba datang dan mendobrak pintu kamar homestay. Setelah pintu didobrak, diduga terjadi aksi pengeroyokan terhadap korban di dalam kamar homestay.
Tidak berhenti di lokasi kejadian, pelaku kemudian membawa korban yang sudah tidak berdaya ke dalam mobil dan bergerak menuju arah Lombok Timur. Dalam perjalanan, korban yang sempat meronta dalam kondisi terikat akhirnya ditutup menggunakan terpal oleh para pelaku.
3. Korban diturunkan di puskesmas

Sesampainya di Puskesmas Kopang, korban diturunkan dengan maksud untuk mendapatkan perawatan medis. Namun nahas, setelah ikatan dilepas, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Di Puskesmas itulah diketahui korban telah meninggal dunia, dan pihak medis langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kopang,” terangnya.
Saat ini, polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik peristiwa tragis tersebut, termasuk menelusuri peran masing-masing pihak yang diamankan. Sementara, korban telah diautopsi di RS Bhayangkara Mataram.

















![[QUIZ] Sudah Tersakiti tapi Masih Bertahan? Cari Tahu Alasannya dari Kuis Ini!](https://image.idntimes.com/post/20251113/pexels-gustavo-fring-4173140_8317ea12-c705-4b40-9e7b-c03fd3b3b51d.jpg)
![[QUIZ] Bagaimana Kepribadianmu saat Sendirian? Cari Tahu di Sini!](https://image.idntimes.com/post/20260404/1000013396_7125005e-5677-451a-8d3d-0ba37705bec5.jpg)
