Pilpres 2024, Gerindra Optimistis Prabowo - Gibran Unggul di Kota Bima

Kota Bima, IDN Times - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Bima siap memenangkan paket bakal calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Gibran. Mereka optimistis unggul di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Pilpres 2024 mendatang. Terlebih pada Pilpres tahun 2019 lalu, Kota Bima adalah lumbung suara Prabowo yang saat itu dengan perolehan 75.576 suara.
"Perolehan suara untuk Pak Prabowo di Kota Bima, kami targetkan 60 persen," kata Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kota Bima, Khalid Bin Walid pada IDN Times, Selasa (24/10/2023).
1. Diusung partai besar

Walid sangat optimistis bahwa Prabowo-Gibran dapat kembali memenangkan Pilpres di Kota Bima. Apalagi menurutnya dari segi instrumen politik, mereka diusung oleh partai-partai besar yang memiliki basis suara terbanyak.
"Gerindra Kota Bima sangat optimis, di sini bakal dimenangkan pak Prabowo-Gibran," ungkap Walid yang juga ketua komisi III DPRD Kota Bima itu.
2. Tim penggalang dukungan telah dibentuk

Guna memastikan kemenangan itu, pihaknya telah menyiapkan kendaraan politik untuk menggalang dukungan masyarakat. Sejumlah tim telah dibentuk, meliputi tim relawan, tim partai dan berbagai instrumen politik lainnya.
"Tim yang telah dibentuk ini akan bekerja keras di lapangan. Pokonya kita pastikan Prabowo-Gibran menang di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS)," bebernya.
Walid sama sekali tak gentar dengan manuver politik pendukung Bacapres dan Cawapres, Anis-Muhaimin (Amin) maulun terhadap Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
"Sama sekali tak gentar. Kalau pun khawatir, cuman sedikit ke Bacapres pasangan Amin, kalau Ganjar sama sekali gak," ungkap dia.
Ketika disinggung, hal apa yang perlu dikhawatirkan terhadap pasangan Amin. Walid enggan membeberkan lebih lanjut, karena itu bagian dari rahasia dapur Gerindra.
3. Pasangan Prabowo-Gibran punya 17 program

Menurut Walid, selain diusung partai besar, sisi lain Prabowo-Gibran diyakini menang karena memiliki 17 program cemerlang. Program itu dipastikan sebagai salah satu daya tarik masyarakat untuk memenangkan Prabowo-Gibran.
17 program itu meliputi, mencapai swasembada pangan, memberantas kemiskinan, memberantas korupsi, meningkatkan layanan kesehatan dan obat untuk rakyat. Kemudian memperkuat pertahanan negara, mencapai swasembada air, mencapai swasembada energi.
Selanjutnya, menyempurnakan penerimaan keuangan negara, menjamin ketersediaan pupuk, benih dan pestisida langsung ke petani, melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi. Kemudian menyediakan rumah murah untuk masyarakat desa dan rakyat yang membutuhkan, memberantas narkoba.
Berikutnya, melanjutkan pemerataan ekonomi, penguatan UMKM dan pembangunan IKN, memperkuat pendidikan, sains dan teknologi. Kemudian melakukan reformasi politik, hukum dan birokrasi, menjamin pelestarian lingkungan hidup.
"Terakhir, melestarikan seni budaya, peningkatan ekonomi kreatif dan prestasi olahraga,"pungkasnya.
4. Perindo yakin Ganjar-Mahfud menang satu putaran di NTB

Sementara itu, DPW Perindo NTB mengaku optimistis pasangan Bacapres Ganjar-Mahfud diterima oleh masyarakat NTB. Sekretaris DPW Partai Nasdem NTB M. Nashib Ikroman mengatakan Ganjar - Mahfud akan mampu menggeser dominasi Prabowo yang sudah dua kali menang telak di NTB.
Menurutnya, Mahfud MD merupakan tokoh yang berpengalaman, punya dedikasi dan idealiame yang tidak diragukan lagi. Sebagai pendekar hukum, Mahfud merupakan sosok yang juga bisa menjawab adanya isu-isu publik yang selama ini kerap menyoal penegakan hukum.
5. Relawan AMIN tidak takut kalah

Sementara, Ketua Dewan Pembina Forum Relawan Bacapres dan Bacawapres Anies Rasyid Baswedan - Muhaimin Iskandar (AMIN) NTB, Makmun mengaku optimistis pasangan Anies - Muhaimin akan menang dalam satu putaran. Menurutnya, hanya kecurangan yang bisa mengalahkan Anies - Muhaimin.
Pihaknya berharap penyelenggara pemilu yakni KPU dapat melaksanakan tugas secara amanah dan profesional. Makmun berharap dugaan kecurangan pada Pilpres sebelumnya tidak terulang pada 2024.
KPU NTB diharapkan dapat mencegah potensi terjadinya permainan mulai dari tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Kami tidak takut kalah, tapi kami takut kecurangan. Karena hanya dengan kecurangan kita kalah. Ini fakta yang kita takuti adalah kecurangan, " katanya.



















