mahasiswa yang sedang menyampaikan pesan WhatsApp kepada temannya
Lufthi menyebut WNA asal Kanada yang menjadi korban kasus ini ialah Liew Ee Laine (56) yang juga menjalankan agen perjalanan wisata LeBali International Tour dan berdomisili di Bali. Ia menjadi korban SO mencari armada kapal Phinisi untuk rombongan wisatawan yang dijadwalkan berlayar di kawasan TNK pada 8–10 Agustus 2026.
"Kejadian dengan korban WNA Kanada ini pada pertengahan Juli 2026 yang mana SO menyanggupi permintaan korban melalui grup WhatsApp publik Labuan Bajo Agen To Agen," jelas dia, Kamis (13/8/2026).
Dalam kasus ini, pelaku sampai membuat invoice yang dibuat seolah-olah resmi, lengkap dengan komponen PPN 11 persen. Korban pun termakan tipuan itu dengan melakukan transfer uang sampai Rp244,2 juta dari periode 30 Juli hingga 4 Agustus 2026.
"Yang mana harusnya untuk paket wisata premium, termasuk sewa KM Seven Angel selama tiga hari dua malam dan biaya masuk TNK," lanjut dia.
Pelaku memakai seluruh uang tersebut untuk keperluan pribadi. Ia menyampaikan itu pada korban lewat pesan WhatsApp sebagai alasan perjalanan tersebut tidak dapat dilakukan.
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Jujur, seluruh dana pembayaran sebesar Rp244,2 juta sudah habis saya pakai untuk keperluan pribadi saya. Uang muka ke pengelola kapal belum ada yang disetorkan sama sekali, sehingga trip tidak bisa dilaksanakan," demikian isi pesan SO yang disampaikan Lufthi.
Dampak dari penipuan yang dilakukan SO ini ialah 22 wisatawan asal Tiongkok yang akhirnya tidak dapat berwisata maupun menikmati fasilitas perjalanan yang telah dipesan setelah mereka tiba di Labuan Bajo pada 8 Agustus 2026.
"Mereka terlantar tanpa kepastian," kata dia.