Proses evakuasi pendaki Malaysia yang kecelakaan di Gunung Rinjani menggunakan helikopter pada Selasa (26/5/2026) pagi. (dok. SAR Mataram)
Budhy menjelaskan setelah menerima informasi tersebut, petugas BTNGR melakukan koordinasi dengan tim evakuasi Asuransi Syariah Kita Bisa yaitu Edelweis Medical Health Centre (EMHC). Selanjutnya tim EMHC segera menghubungi guide yang bersama korban untuk melakukan asesmen terkait kondisi korban.
Secara paralel, petugas BTNGR juga melakukan koordinasi dengan Nusa Medica untuk dilakukan asesmen kondisi korban yang diduga mengalami cedera tulang ekor. Petugas BTNGR melakukan verifikasi data korban di aplikasi eRinjani. Selain itu, meminta tim dari BTNGR yang piket di Pelawangan Sembalun untuk mendampingi korban dan melaporkan kondisi cuaca di Pelawangan.
Pada pukul 15.30 WITA, pihaknya mendapatkan notifikasi pelaksanaan evakuasi udara menggunakan helikopter. Kemudian pukul 15.40 WITA, petugas lapangan di Pelawangan Sembalun melaporkan kondisi cuaca dan titik koordinat di Pelawangan.
Sekitar pukul 15.55 WITA, helikopter dan tim medis bersiap-siap take off lokasi korban. Selanjutnya, pukul 16.18 WITA, helikopter take off menuju Pelawangan Sembalun, dengan estimasi penerbangan 40 menit menuju lokasi. Pada pukul 17.09 WITA, helikopter sudah sampai di titik lokasi namun kabut tebal dan helikopter berputar putar untuk mencari celah di sekitar kabut.
Pada pukul 17.30 WITA, helikopter putar balik menuju Denpasar Bali setelah beberapa kali mencoba melakukan usaha mendekat ke lokasi korban. Namun cuaca di lokasi tidak memungkinkan pelaksanaan evakuasi kerena kabut tebal sehingga jarak pandang kru helikopter terganggu dan bahan bakar yang semakin menipis.
Pukul 17.39 WITA, mendapatkan advise dari tim medis Nusa Medica, korban agar tidak dipindahkan sementara dari lokasi. Selanjutnya, pelaksanaan evakuasi udara menggunakan helikopter dilaksanakan pada Selasa (26/5/2026) hari ini.
Pada pukul 18.00 WITA, Tim EMHC dan Basarnas berangkat dari Resor Sembalun menuju lokasi yaitu tenda korban di Pelawangan 2 Sembalun untuk membantu perawatan korban. Serta melakukan persiapan proses evakuasi udara yang dijadwalkan Selasa (26/5/2026) pagi.