Pendaftar Volunteer MotoGP Membeludak hingga Saling Dorong di Pintu Masuk

Mataram, IDN Times - Viral di media sosial para pendaftar calon volunteer MotoGP Mandalika 2026 membeludak dan saling dorong di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 24 Agustus 2026 lalu. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) buka suara terkait peristiwa tersebut.
Direktur Utama MGPA Ananda Mikola mengatakan antusiasme masyarakat menjadi volunteer dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Mandalika 2026 cukup besar. Sebanyak 2.500 volunteer akan dipilih untuk mendukung berbagai fungsi dalam penyelenggaraan event pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Mandalika.
"Kami memahami adanya dinamika di lapangan yang dirasakan masyarakat dalam pelaksanaan walk-in interview calon volunteer Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada hari pertama, 24 Agustus 2026," kata Ananda, Kamis (28/8/2026).
1. Lonjakan pendaftar menyebabkan antrean dan kepadatan

Pendaftar calon volunteer MotoGP Mandalika 2026 yang membeludak dan terlibat saling dorong. (dok. Istimewa) Dia menjelaskan antusiasme masyarakat pada tahun ini meningkat signifikan. Pada hari pertama, tercatat sekitar 1.140 calon volunteer hadir mengikuti proses pendaftaran dan interview. Jumlahnya hampir tiga kali lipat dibandingkan jumlah peserta pada hari pertama pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya yang berada di kisaran 400 orang.
Hingga hari ini, jumlah pendaftar sudah mencapai 3.000 orang. Lonjakan jumlah peserta tersebut, kata dia, menyebabkan antrean dan kepadatan di sejumlah titik serta berdampak pada pengaturan alur peserta selama proses interview berlangsung.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," kata dia.
2. MGPA langsung lakukan evaluasi

Direktur Utama MGPA Ananda Mikola. (IDN Times/Muhammad Nasir) Ananda mengungkapkan pihaknya langsung melakukan evaluasi dan penyesuaian sejak hari kedua pelaksanaan untuk memperbaiki kondisi di lapangan. Penyesuaian tersebut antara lain dilakukan melalui peningkatan pengaturan alur antrean, penyediaan holding room bagi peserta selama menunggu proses interview, serta penyediaan air minum untuk mendukung kenyamanan peserta.
Dikatakan, proses interview terus dijalankan pada 24–31 Agustus 2026 dengan penyesuaian pada mekanisme antrean, pengaturan alur peserta, serta koordinasi di lapangan untuk meningkatkan kapasitas dan kelancaran proses seleksi.
"MGPA berkomitmen melakukan upaya terbaik terhadap pelaksanaan proses interview dan memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan secara lebih terstruktur, tertib, serta tetap memperhatikan kenyamanan seluruh peserta," tandasnya.
3. Rekrut 2.500 volunteer MotoGP Mandalika 2026

Volunteer MotoGP Mandalika 2024. (dok. MGPA) Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia, Troy Warokka, sebanyak 2.500 volunteer dibutuhkan untuk mendukung berbagai fungsi operasional penyelenggaraan, mulai dari marshal, crowd control, security, waste management, cleaning service, media center, ticketing, hospitality, hingga administrasi.
Kesempatan tersebut dibuka melalui Open Recruitment Volunteer Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 bagi Warga Negara Indonesia yang berdomisili di NTB, tanpa batasan usia khusus. Troy menjelaskan proses rekrutmen dilakukan melalui walk-in interview pada 24–31 Agustus 2026, pukul 08.00–15.00 WITA, di Dining Hall, Pertamina Mandalika International Circuit.
Masyarakat yang berminat menjadi volunteer ajang balap internasional tersebut dapat datang langsung ke lokasi untuk mengikuti wawancara tanpa perlu membawa dokumen khusus pada tahap pendaftaran awal. Ribuan volunteer akan menjadi bagian dari ekosistem penyelenggaraan yang mendukung berbagai aspek operasional selama event berlangsung.
Volunteer yang terpilih akan memperoleh honor perbantuan harian, konsumsi, sertifikat, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) selama periode penugasan.
Melalui keterlibatan masyarakat lokal, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan tidak hanya memberikan dampak selama berlangsungnya event, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat NTB untuk memperoleh pengalaman, pengetahuan, dan peningkatan kapasitas.

















