Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden Prabowo Dorong Penghijauan di NTT Pakai Konsep Permakultur

Kota Mataram
Presiden Prabowo Dorong Penghijauan di NTT Pakai Konsep Permakultur
Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)
  • Pemerintah pusat menyiapkan strategi pemulihan ekologis jangka panjang di NTT pascabencana dengan menerapkan permakultur untuk menghijaukan lahan kritis dan mengatasi krisis air.
  • Prabowo meminta pemerintah daerah membentuk tim bersama pusat, perguruan tinggi, Dikti, Unhan, dan BRIN untuk mempercepat penghijauan serta menyiapkan benih tanaman produktif.
  • Permakultur mengandalkan konservasi topografi, saluran resapan, dan vegetasi beragam; hasilnya membutuhkan ketelitian sekitar empat hingga lima tahun untuk meningkatkan cadangan air tanah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Mataram, IDN Times - Pemerintah pusat tengah merancang strategi jangka panjang untuk memulihkan kondisi ekologis di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana alam. Presiden Prabowo Subianto secara khusus mendorong penerapan konsep permakultur (permanent agriculture/permaculture) atau pertanian permanen untuk menghijaukan kembali kawasan tersebut.

Sistem tata kelola lahan ini berfokus pada upaya meniru ekosistem alam yang mampu menjaga stabilitas cadangan air tanah. Langkah inovatif ini diharapkan menjadi solusi jitu untuk mengatasi persoalan lahan kritis yang kerap memicu krisis air.

"Nah sekarang provinsi dan kabupaten, nanti dibantu pusat, dibantu perguruan tinggi, dikoordinir oleh Dikti, sama BRIN, harus punya tim," arahan Presiden Prabowo saat meninjau korban gempa di Nagekeo, NTT pada Rabu (26/8/2026) yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Sekretariat Presiden.

  1. 1. Konsep dasar permakultur

    Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)
    Presiden Prabowo Subianto saat mengunjungi Flores untuk meninjau dampak gempa, Rabu (26/8/2026). (Screenshoot YouTube Sekretariat Presiden)

    Permakultur adalah sistem desain lingkungan pertanian berkelanjutan yang dirancang agar manusia dan alam dapat hidup saling mendukung. Pendekatan ini tidak sekadar berfokus pada hasil panen instan, tetapi juga menitikberatkan pada pemulihan kapasitas regenerasi bumi jangka panjang.

    Konsep holistik ini sangat mengutamakan konservasi dengan cara memaksimalkan perlindungan topografi asli dan pembuatan saluran resapan alami. Area pegunungan akan direkayasa sedemikian rupa agar mampu menahan aliran curah hujan selama mungkin sebelum menyerap sepenuhnya ke dalam tanah.

    "Ini saya minta ditatar oleh Dikti, oleh Unhan, dan BRIN. Saya telah membentuk waktu itu Unhan, Dikti, sama BRIN untuk keliling ke beberapa negara, bagaimana untuk mempercepat penghijauan," papar Prabowo.

  2. 2. Maksimalkan vegetasi yang produktif

    Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat bersama sejumlah pejabat untuk meninjau dampak gempa di Nagekeo.
    Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat dalam tinjauan dampak gempa di Nagekeo. (YouTube/Sekretariat Presiden)

    Salah satu pilar utama dalam membangun sistem permakultur adalah menciptakan keragaman hayati buatan yang menyerupai keasrian sebuah hutan. Praktik ini perlahan akan menggeser pola tanam sejenis dengan cara mengkombinasikan berbagai ragam pohon berkayu, buah-buahan dan tanaman pangan penutup tanah.

    Sinergi dari aneka ragam akar tanaman ini menciptakan jangkar perlindungan ganda bagi struktur tanah agar terhindar dari ancaman longsor. Sistem penanaman berlapis ini juga menjamin kesejahteraan ekonomi warga tanpa harus merusak keseimbangan alamiah lahan yang digarap.

    "Nanti dibantu oleh pusat menelusuri perbenihan untuk disemaikan benih-benih pohon dan tanaman yang produktif. Semua lahan yang terbuka kita tanam pohon yang produktif dan mengamankan air," ungkap Prabowo.

  3. 3. Perlu kesabaran

    Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke NTT (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
    Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke NTT (Youtube.com/Sekretariat Presiden)

    Pembangunan ekosistem permakultur memang menuntut tingkat kesabaran yang ekstra karena sistem ini tidak berorientasi pada pengerukan hasil bumi secara eksploitatif. Proses perbaikan kualitas tanah kritis dibiarkan berproses secara bertahap bersama alam guna membangun kembali lapisan tanah atas yang subur.

    Apabila tata kelola ini dijalankan dengan penuh ketekunan, lingkungan perlahan akan memiliki kemampuan menyimpan cadangan air yang sangat melimpah. Keberhasilan ekosistem mandiri ini pada akhirnya diproyeksikan mampu menghidupkan kembali sumber-sumber mata air yang esensial bagi kehidupan masyarakat pedesaan.

    "Kemudian gunung-gunung, apa yang kita sebut permaculture (permakultur), permaculture ini memang tidak bisa langsung satu-dua tahun hasilnya, tapi kalau dilakukan dengan teliti dalam empat-lima tahun, itu bisa menampung dan menambah air di dalam bumi," pungkas Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More