Mata Pencaharian Hilang, Warga Desak Desa Adat Sade segera Dibangun

- Kebakaran pada 22 Agustus 2026 menghanguskan 167 bangunan di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, dan membuat ratusan warga kehilangan mata pencaharian dari pariwisata serta tenun.
- Warga mendesak pembangunan kembali segera demi memulihkan ekonomi, dengan rencana penataan ulang rumah adat dan akses jalan untuk memudahkan mobil pemadam kebakaran.
- Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah akan merumuskan rekonstruksi cepat dengan melibatkan masyarakat adat, sambil menjaga karakter, keaslian, sejarah, dan identitas budaya Sasak di Sade.
Mataram, IDN Times - Kebakaran hebat yang menghanguskan 167 bangunan di Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, menyebabkan ratusan warga kehilangan mata pencaharian. Desa adat yang sudah bertahan selama 15 generasi itu lenyap dalam peristiwa kebakaran pada Sabtu malam (22/8/2026).
Selama ini, ratusan warga menggantungkan hidup sebagai pemandu wisata di Desa Adat Sade, karena ikon pariwisata NTB banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara. Sedangkan warga yang perempuan menjadi penenun dan kain yang dihasilkan dijual kepada wisatawan di Desa Adat Sade.
1. Ratusan warga kehilangan pekerjaan

Tokoh masyarakat Desa Adat Sade, Thalib. (IDN Times/Muhammad Nasir) Tokoh masyarakat Desa Adat Sade, Thalib mengatakan akibat peristiwa kebakaran yang cukup besar tahun ini menyebabkan ratusan warga kehilangan pekerjaan. Dia menyebut ada sekitar 100 warga yang selama ini menjadi pemandu wisata di Desa Adat Sade. Belum lagi para perempuan yang sehari-hari menenun dan menjual produk kain yang dihasilkan kepada wisatawan yang berkunjung.
"Kalau yang kehilangan pekerjaan dengan musnahnya bangunan adat kami ini ratusan orang. Namun yang dewasa yang bekerja sebagai pemandu lokal dan pendamping sekitar 100 orang. Itu tidak bisa bekerja karena pariwisata kami hangus dilalap api," kata Thalib.
Untuk itu, dia mendesak agar pemerintah daerah segera membangun kembali Desa Adat Sade yang sudah rata dengan tanah. Sehingga, aktivitas ekonomi masyarakat kembali pulih. Apalagi, Desa Adat Sade merupakan salah satu destinasi wisata favorit para wisatawan yang berkunjung ke NTB.
"Harapan kami segera dibangun kembali. Desa adat ini sudah lebih dari 15 generasi, hampir mencapai 400 tahun lalu menurut penuturan nenek moyang kami. Dan terjadinya lenyap rumah adat kami pada tahun 2026 ini," kata dia.
2. Desa Adat Sade akan ditata ulang

Kondisi Desa Adat Sade yang rata dengan tanah,Minggu (23/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir) Thalib mengungkapkan bahwa peristiwa kebakaran di Desa Adat Sade bukan pertama kali terjadi. Dia menyebutkan insiden kebakaran yang terjadi merupakan ketujuh kali. Peristiwa kebakaran yang ketujuh ini merupakan yang paling besar melanda Desa Adat Sade.
Dia mengatakan warga sudah memikirkan konsep pembangunan kembali Desa Adat Sade. Tanah yang berundak-undak saat ini akan diratakan dan dibuat deretan rumah adat seperti aslinya. Nantinya, akan dibuat akses jalan sehingga memudahkan mobil pemadam ketika terjadi kebakaran.
"Kami tata ulang kembali Desa Adat Sade. Kami koordinasi dengan pemerintah daerah, nanti kami akan membuat konsep seperti rumah adat kemarin," ujarnya.
Hal senada dikatakan warga Desa Adat Sade lainnya, Amaq Tina. Dia berharap pemerintah daerah segera membangun kembali Desa Adat Sade, supaya ekonomi masyarakat kembali pulih.
"Ini usaha untuk membangun ekonomi warga sehari-hari. Kita pingin secepatnya dibangun kembali," kata dia.
3. Gubernur NTB akan libatkan masyarakat dalam proses rekonstruksi

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal. (IDN Times/Muhammad Nasir) Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, Senin (25/8/2026) mengatakan Pemprov NTB bersama Pemkab Lombok Tengah akan merumuskan model rekonstruksi Desa Adat Sade. Iqbal mengatakan akan memberikan ruang lebih besar kepada masyarakat adat untuk terlibat dan mengelola proses pemulihan, dengan pemerintah tetap memberikan pendampingan dan pengawasan.
“Sade bukan sekadar kumpulan bangunan. Di sana ada ruang hidup masyarakat, arsitektur tradisional, adat, sejarah dan identitas budaya Sasak,” kata Iqbal.
Pria asal Lombok Tengah ini menegaskan pemulihan pascakebakaran harus dilakukan cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dia menekankan bahwa rekonstruksi tidak boleh menghilangkan karakter dan keaslian Desa Adat Sade.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB mencatat total sebanyak 167 bangunan yang ludes terbakar di Desa Adat Sade. Bangunan adat yang ludes terbakar terdiri dari rumah adat sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.
Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo.

![[FOTO] Potret Desa Adat Sade Lombok sebelum Hangus Terbakar](https://image.idntimes.com/post/20260824/whatsapp-image-2026-08-24-at-11_2d8e4eee-eac9-46a2-a091-f886ac2d5c73.jpeg)

![[FOTO] Potret Pilu Desa Adat Sade usai Kebakaran pada 22 Agustus 2026](https://image.idntimes.com/post/20260824/whatsapp-image-2026-08-23-at-19_f8a32d64-9d67-44ba-8be6-fc4b48b6f48c.jpeg)







![[BREAKING] Desa Wisata Adat Sade di Lombok Tengah Hangus Terbakar](https://image.idntimes.com/post/20260822/whatsapp-image-2026-08-22-at-23_fe7701c6-a488-413e-9c99-041353e40a90.jpeg)






