Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Flores Diguncang 7.492 Susulan, BMKG Redam Ketakutan Tsunami

Kota Kupang
Flores Diguncang 7.492 Susulan, BMKG Redam Ketakutan Tsunami
Rapat koordinasi penanganan gempa Flores NTT dipimpin Presiden Prabowo Subianto saat meninjau korban gempa di Nagekeo, Rabu (26/8/2026). (YouTube Sekretariat Presiden)
  • BMKG mencatat 7.492 gempa susulan di Flores hingga 26 Agustus 2026, dengan 143 di antaranya dirasakan warga; aktivitas kegempaan dalam tiga hari terakhir menunjukkan peluruhan.
  • Kepala BMKG memperkirakan susulan gempa M7,7 akan mereda dalam tiga hingga empat pekan, atau kurang dari 20 hari, sambil menepis kekhawatiran gempa besar dan tsunami segera terjadi.
  • Gempa M7,7 memicu tsunami hingga 2,5 meter di utara Flores tanpa korban jiwa; BMKG mengeluarkan peringatan tsunami dalam 2 menit 16 detik setelah gempa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Prof. Teuku Faisal Fathani menyebutkan hingga Rabu (26/8/2026) pukul 05.00 WITA, wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang sebanyak 7.492 gempa susulan. Dari jumlah itu, sebanyak 143 gempa susulan yang dirasakan masyarakat.

Faisal mengatakan gempa susulan yang mengguncang wilayah Flores diperkirakan akan mereda dalam waktu tiga sampai empat pekan ke depan. Wilayah Flores diprediksi akan kembali normal dalam waktu kurang dari 20 hari ke depan.

"Kalau gempa 6 Skala Richter umumnya dalam 2-3 minggu dia akan meluruh atau kembali dalam kondisi normal. Tapi ini (gempa M7,7) dibutuhkan 3 sampai 4 minggu (kembali normal). Jadi kurang lebih kurang dari 20 hari dari sekarang," kata Faisal di hadapan Presiden Prabowo Subianto saat berkunjung ke Nagekeo NTT, Rabu (26/8/2026).

  1. 1. Jawab isu akan terjadi gempa besar dan tsunami

    IMG-20260815-WA0054.jpg
    Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

    Pada kesempatan tersebut, Faisal juga menjawab kekhawatiran masyarakat terkait isu akan terjadi gempa besar dan tsunami pascaterjadinya gempa magnitudo 7,7. Dia menjelaskan BMKG bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Gubernur dan Bupati/Wali Kota menyampaikan kepada masyarakat bahwa diperlukan waktu puluhan tahun untuk dapat mengumpulkan energi melepaskan gempa magnitudo 7,7 itu.

    "Jadi perlu waktu yang cukup panjang, sehingga pelepasan yang sedikit demi sedikit ini sebenarnya baik untuk merilis atau melepaskan energi tersebut," kata dia.

  2. 2. Catat 7.492 gempa hingga hari ke-12

    IMG-20260815-WA0056.jpg
    Kerusakan bangunan yang terdampak gempa bumi M7,7 di Kabupaten Manggarai Timur. (dok. BPBD Kabupaten Manggarai Timur)

    BMKG mencatat sebanyak 7.492 gempa hingga hari ke-12 sejak gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores NTT pada 15 Agustus lalu. Dalam tiga hari terakhir, kata Faisal, aktivitas kegempaan di wilayah Flores menunjukkan peluruhan. Artinya, gempa akan kembali dalam posisi normal sehingga masyarakat dapat lebih optimal lagi dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari.

    ​"Kami juga memberikan pembelajaran ke masyarakat, memberi pemahaman karena masyarakat khawatir sekali, sampai staf BMKG ditahan di posko-posko agar mereka merasa nyaman, tenang, takut ada gempa susulan dan sebagainya," terangnya.

  3. 3. Gempa Flores menyebabkan tsunami hingga 2,5 meter

    Screenshot_20260822-184030.jpg
    Tim solidaritas kemanusiaan NTB memberikan trauma healing kepada anak-anak korban gempa di Manggarai Timur, NTT. (dok. Istimewa)

    Faisal menyebut BMKG memiliki enam kantor di Pulau Flores. Terdiri dari empat Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan dua pos. Sejak hari pertama terjadi gempa bumi, BMKG sudah melaksanakan protokol internasional, yaitu kurang dari 3 menit harus menyampaikan lokasi-lokasi yang berpotensi tsunami.

    "Jadi tepat 2 menit 16 detik, BMKG mengumumkan ke semua kanal, semua media, sehingga masyarakat dapat mengambil tindakan penyelamatan sebelum tsunami terjadi," tuturnya.

    Ketika terjadi gempa magnitudo 7,7, terjadi tsunami di beberapa lokasi terutama di bagian utara Flores sampai dengan ketinggian 2,5 meter. Meski ketinggian tsunami mencapai 2,5 meter namun tidak ada korban jiwa. Dia membandingkan saat gempa magnitudo 7,8 di kedalaman 32 kilometer pada tahun 1992, jumlah korban sebanyak 2.000 orang karena tsunami.

    ​"Jadi karena kita sekarang memiliki 2.000 sensor terkait kegempaan di mana 175 ada di provinsi ini, itu membuat kita dapat memberikan warning yang baik pada masyarakat," terangnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More