Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bupati Loteng Sebut Kerugian Kebakaran Desa Adat Sade Tembus Rp35 Miliar

Kab. Lombok Tengah
Bupati Loteng Sebut Kerugian Kebakaran Desa Adat Sade Tembus Rp35 Miliar
Pembersihan puing-puing bangunan Desa Adat Sade yang ludes terbakar, Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Share Article

Lombok Tengah, IDN Times - Bupati Lombok Tengah (Loteng), Lalu Pathul Bahri mengungkap nilai kerugian akibat kebakaran Desa Adat Sade, Dusun Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, menembus angka Rp35 miliar. Meskipun rumah adat yang ludes terbakar bahan dasarnya dari ilalang dan pagar dari kayu, namun nilai budayanya sangat tinggi.

"Kerugiannya itu sekitar 35 miliaran. Karena ini bahan dasar rumah ini dari ilalang dan pagar-pagar, maka seperti itu. Namun nilai budayanya yang memang dipertahankan," kata Pathul dikonfirmasi di Posko Bantuan Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah, Rabu (26/8/2026).

  1. 1. Sebanyak 167 bangunan Desa Adat Sade ludes terbakar

    IMG-20260826-WA0025.jpg
    Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Lombok Tengah, total sebanyak 167 bangunan yang ludes terbakar di Desa Adat Sade. Kebakaran hebat yang melanda Desa Adat Sade merusak puluhan rumah adat, artshop, masjid dan bangunan adat lainnya.

    Adapun rincian 167 bangunan yang ludes terbakar dan rata dengan tanah di desa adat yang menjadi ikon pariwisata NTB tersebut. Rumah adat yang terbakar sebanyak 75 unit, artshop 69 unit dan lumbung alang 8 unit.

    Kemudian Berugak Sekepat 6 unit dan Berugak Sekenam Besar 4 unit. Berikutnya, masing-masing satu masjid, bale beleq, toilet umum untuk wisatawan, gerbang desa adat dan pelonggo. Akibat kebakaran sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 320 jiwa yang terdampak.

  2. 2. Kerahkan 1.500 ASN bersihkan puing-puing Desa Adat Sade yang terbakar

    IMG-20260826-WA0022.jpg
    Pembersihan puing-puing dan abu bekas kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah, Rabu (26/8/2026). (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Pathul mengatakan pada Rabu (26/8/2026), sebanyak 1.500 aparatur sipil negara (ASN) dikerahkan untuk membersihkan sisa-sisa puing bangunan yang terbakar. ASN Pemda Lombok Tengah bersama TNI/Polri bergotong-royong membersihkan puing-puing bangunan dan sisa abu bekas kebakaran.

    Dia mengaku sejak peristiwa kebakaran itu, setiap hari berada di Desa Adat Sade bersama Kapolresta Lombok Tengah dan Dandim untuk berdiskusi dengan masyarakat dan melihat keadaan masyarakat secara dekat. "Tadi kami melaksanakan gotong-royong bersama TNI/Polri, kemudian aparatur sipil negara yang ada di Kabupaten Lombok Tengah ada 1.500-an orang," sebutnya.

  3. 3. Bedah rekonstruksi rumah adat Sade

    IMG-20260826-WA0018.jpg
    Sisa-sisa puing bangunan dan abu kebakaran Desa Adat Sade Lombok Tengah. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    Pada hari ini juga digelar rapat koordinasi dengan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dalam rapat koordinasi tersebut, kata Pathul, Gubernur Iqbal meminta agar rekonstruksi atau pembangunan kembali rumah adat Sade tidak asal-asalan.

    "Kita mau cepatnya saja, tapi akhirnya nanti menjadi kurang bagus. Karena itu, penting Forum Group Discussion (FGD). Nanti kita akan bedah tentang rekonstruksi rumah adat ini," kata dia.

    FGD tersebut nantinya akan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat setempat. Selain itu juga akan melibatkan akademisi. "Sehingga dalam upaya membangun kembali, merehab kembali ini betul-betul sesuai dengan harapan. Karena rumah adat ini sudah menjadi ikon Kabupaten Lombok Tengah," tandas Pathul.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More