Mataram, IDN Times - Destinasi pariwisata internasional Gili Trawangan di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini tengah menghadapi krisis air bersih yang semakin parah. Krisis air bersih berdampak terhadap masyarakat dan pelaku usaha pariwisata yang berada di destinasi favorit wisatawan domestik dan mancanegara tersebut.
Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lombok Utara, Lalu Kusnawan, mengatakan krisis air bersih sudah terjadi selama seminggu. Hal ini menyebabkan sejumlah hotel berhenti beroperasi sementara karena tidak sanggup menanggung beban biaya operasional. Sementara, masyarakat Gili Trawangan terpaksa menggunakan air payau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Seminggu sejak pasokan air bersih dihentikan PT Tiara Cipta Nirwana (TCN), belum ada solusi konkret mengatasi kondisi darurat air bersih di Gili Trawangan meskipun sudah disepakati oleh Forkopimda NTB adanya diskresi dari Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Kusnawan mengatakan telah menyurati Presiden Prabowo Subianto untuk meminta agar pemerintah pusat turun tangan mengatasi Krisi air bersih yang kian parah.
Menurut Kusnawan, persoalan krisis air bersih di Gili Trawangan sudah tidak bisa diatasi oleh pemerintah daerah, baik kabupaten dan provinsi. Antara kementerian juga masih terjadi tumpang tindih regulasi, sehingga memerlukan intervensi dari presiden.
"Presiden harus turun tangan. Makanya saya sudah bersurat ke presiden. Menurut informasi sudah diterima, tinggal menunggu aksi dari presiden," kata Kusnawan dikonfirmasi IDN Times, Kamis (10/9/2026).
