Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bupati Sikka Kecam Penembakan yang Renggut Nyawa ASN Asal NTT di Jayawijaya

Kota Kupang
Bupati Sikka Kecam Penembakan yang Renggut Nyawa ASN Asal NTT di Jayawijaya
ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
  • Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengecam penembakan tiga pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, termasuk ASN asal Maumere Alfonsius Albinus Mehan.
  • Penembakan menewaskan Aprida Rapi di lokasi, sementara Alfonsius dan Wili Mbuik, CPNS asal Rote, dilaporkan kritis setelah dirawat di RSUD Wamena.
  • Bupati Sikka meminta negara bertanggung jawab, melindungi diaspora NTT, dan menindak pelaku; Wakil Gubernur NTT mendesak pelaku ditangkap serta diproses hukum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kupang, IDN Times - Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, mengutuk keras insiden penembakan yang menimpa tiga pegawai Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. Tragedi nahas ini mendapat sorotan tajam, terlebih karena salah satu korban merupakan warga asal Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Korban asal Sikka tersebut diketahui bernama Alfonsius Albinus Mehan (35). Ia merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengabdi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.

Selain Alfonsius, insiden mematikan ini juga menyasar dua pegawai lainnya. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian adalah Aprida Rapi (49), yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Jayawijaya. Sementara itu, satu korban lainnya adalah Wili Mbuik (24), seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Rote, NTT.

  1. 1. Minta negara tidak takut dengan separatis

    Potret Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dalam dokumentasi resmi Pemerintah Kabupaten Sikka.
    Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago. (Dok Pemkab Sikka)

    Tragedi yang merenggut nyawa ini turut memantik reaksi keras dan keprihatinan mendalam dari pemerintah daerah. Bupati Sikka secara tegas menuntut negara untuk hadir mengambil tanggung jawab dan mengusut tuntas perkara yang telah menewaskan warganya tersebut.

    "Tentu sebagai pemerintah daerah, Pemerintah Kabupaten Sikka, kami turut berdukacita dan mengecam keras pelaku dan menuntut negara untuk bertanggungjawab terhadap penyelesaian kasus ini," ungkapnya.

    Lebih dari sekadar mengecam, ia juga melontarkan desakan tajam agar negara menunjukkan ketegasannya. Ia meminta aparat penegak hukum tidak gentar sedikit pun dalam menindak para pelaku di balik aksi separatisme yang terus menelan korban jiwa ini.

    "Negara tidak boleh takut terhadap teroris. Atau negara tidak boleh takut terhadap kaum separatis. Saya pikir demikian," kecamnya.

  2. 2. Mohon perlindungan diaspora lainnya

    Dokumentasi terkait tiga korban tewas dalam penembakan yang dikaitkan dengan KKB di Papua Pegunungan.
    Tiga korban tewas dalam penembakan KKB di Papua Pegunungan. (Dok Istimewa)

    Selain menuntut keadilan, Bupati Sikka juga mendesak adanya jaminan perlindungan dan pengamanan ekstra dari pemerintah daerah setempat maupun pemerintah pusat. Langkah preventif ini dinilai sangat krusial bagi warga Sikka lainnya yang saat ini masih mengadu nasib dan bekerja di wilayah rawan konflik tersebut.

    "Kami mohon perlindungan ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Mereka menjadi warga diaspora kami yg sudah membaktikan diri. Perlu ada pengamanan ekstra untk memastikan keselataman mereka semua. Negara jangan takut dgn OPM," ungkapnya.

    Di balik desakan tegasnya, ia pun menyempatkan diri untuk menghaturkan rasa belasungkawa yang teramat dalam kepada keluarga korban. Simpati itu ia sampaikan baik atas nama pribadi maupun mewakili jajaran Pemerintahan Daerah Kabupaten Sikka.

    "Kami sampaikan turut berduka. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan," ungkap dia.

  3. 3. Wakil Gubernur NTT kutuk keras perbuatan KKB

    Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberi keterangan usai audiensi dengan para pendemo dari sopir pikap Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)
    Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, memberi keterangan usai audiensi dengan para pendemo dari sopir pikap Kupang. (IDN Times/Putra Bali Mula)

    Gelombang kemarahan dan keprihatinan atas insiden ini juga datang dari jajaran pimpinan daerah. Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, turut mengecam keras penembakan yang telah merenggut nyawa dua warga NTT saat tengah tulus mengabdi sebagai aparatur pemerintah di Papua Pegunungan.

    Ia menilai tindakan tersebut bukan lagi sekadar kriminal biasa, melainkan sebuah perbuatan biadab yang masuk dalam kategori kejahatan kemanusiaan. Karena itu, ia mendesak agar aparat penegak hukum segera memburu para pelaku untuk diproses secara adil.

    "Saya sebagai Wagub NTT mengecam keras tindakan biadab dari OPM tersebut dan meminta aparat keamanan untuk menindak tegas para pelaku. Saya minta aparat keamanan untuk menangkap pelaku dan membawa para pelaku ke pengadilan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya, Kamis (10/9/2026).

    Johni menegaskan bahwa sikapnya ini bukanlah sekadar kecaman normatif. Secara pribadi maupun atas nama pemerintah, ia mengutuk keras kelompok separatis bersenjata yang telah menjadi dalang di balik kejahatan kemanusiaan yang tak termaafkan ini.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More